Headline

Aktivasi Digital Jadikan Kalsi Selangkah Lebih Maju dari Kompetitor

Aktivasi Digital Jadikan Kalsi Selangkah Lebih Maju dari Kompetitor
Ketarangan Gambar :  (Marketing Manager Kalsi, Supriadi Tjahyono (kiri) dan Brand Communication Officer Kalsi Ramanto Wahyu Prasetyo (Kanan))

Sebagai salah satu pemain lama di industri material, Kalsi seharusnya bisa berpuas diri. Pasalnya, brand yang bernaung di bawah PT Eternit Gresik ini sudah menjadi top of mind konsumen selama puluhan tahun silam. Siapapun yang ingin membeli papan bangunan non asbes, pasti akan menjadikan Kalsi sebagai prioritas. Mengapa demikian? Bahan produk yang digunakan Kalsi sesuai dengan standarisasi dan teknologi ala Eropa. Sehingga kualitasnya tak perlu diragukan lagi.

Meskipun telah merengkuh status top of mind untuk pasar konvensional, brand yang berbasis di Gresik, Jawa Timur ini terus bebenah untuk memperlebar pangsa pasar. Salah satunya dengan menggunakan media digital sebagai sarana untuk membangun awareness dan engagement. Sejak tahun 2008 silam, Kalsi sudah menyentuh ranah digital dengan mengaktifkan website pribadi mereka. Disana, ada banyak informasi terkait produk yang bisa didapatkan konsumen.

“Kita membangun website karena setelah melakukan pemetaan terhadap kompetitor di ranah sejenis. Kebanyakan dari mereka belum memiliki website sebagai sarana company profil. Untuk itulah kita mencoba untuk selangkah lebih maju dari para kompetitor tadi,” ujar Brand Communication Officer Kalsi, Rahmanto Wahyu Prasetyo.

Hasilnya pun dapat ditebak, perlahan namun pasti, awareness dari pengguna dunia digital terbagun. Rahmanto pun mengungkapkan traffic website brandnya melonjak secara signifikan pasca pertama kali diluncurkan. Namun saat itu, pihaknya masih belum memaksimalkan medium digital sebagai sarana yang efektif untuk memulai promosi. Untuk itulah, Kalsi mengamit promosi lewat jalur konvensional seperti beriklan di radio, media massa, billboard hingga memperkuat jaringan distribusi agar bisa terus membangun kepercayaan dari konsumen maupun calon konsumennya.

Beberapa tahun setelahnya, tepatnya di tahun 2014, brand yang identik dengan warna kuning ini pun mulai membangun platform sosial media seperti Facebook dan Twitter agar lebih bisa mendekatkan diri kepada konsumen. Kedua medium tersebut memang tengah digandrungi oleh konsumen pada saat itu. Kalsi pun mulai membuat konten sederhana untuk merengkuh konsumen. Inkonsistensi terhadap kontinuitas konten pun membuat mereka tak mampu memaksimalkan Pembuatan konten pun bisa dibilang dibuat ala kadarnya.

Namun di tahun 2016, menajemen memutuskan untuk menggencarkan aktivasi melalui dunia digital. Website perusahan didesain mengalami re-design agar lebih user friendly dari sebelumnya. Platform popular seperti Instagram dan Youtube pun dimunculkan, begitu juga dengan variasi konten yang terus terjaga baik dari isi maupun kesinambungannya.

Selain itu, promosi melalui jalur konvensional pun tak ditinggalkan begitu saja. Alhasil, Kalsi pun mampu memetik buah manis dari apa yang mereka kerjakan. Penjualan produk tetap terjaga meskipun kondisi industri di tahun lalu tengah pasang surut.

“Tahun lalu, seluruh Industri, termasuk industri material tengah dalam kondisi yang kurang bagus karena ketidakstabilan ekonomi. Banyak perusahan yang mengalami stagnasi bahkan penurunan dari sisi sales. Namun di tahun ini kami melihat traffic (sales) sudah mulai bagus. Untuk itu kami akan coba optimalkan hal tersebut,” ujar Marketing Manager Kalsi, Supriadi Tjahyono.

Terkait optimalisasi sales, Supriadi mengungkapkan pihaknya memiliki planning khusus yang akan diterapkan oleh divisi marketingnya. Namun ia enggan untuk membocorkan pengaplikasian dari planning tersebut.

“Intinya, kami akan memaksimalkan potensi dari berbagai produk kami kepada masyarakat melalui jalur konvensional maupun digital,” Tambahnya

Kedepannya, Supriadi mengungkapkan pihaknya akan terus memaintain serta mengoptimalisasi digital marketing. Melalui medium ini, penjualan berbagai produk Kalsi meningkat seiring berjalannya waktu. Ia juga mengakui pihaknya akan melakukan pengukuran untuk mengetahui efektivitas dari berbagai aktivasi di digital marketing per akhir tahun ini agar bisa menganalisis pontensi-potensi yang siap dikembangkan di kemudian hari.

Tags

 
 
 



X
Baca Juga