Headline

22 Brand Ini Rengkuh Penghargaan IDPBA Franchise 2017

22 Brand Ini Rengkuh Penghargaan IDPBA Franchise 2017
Ketarangan Gambar :  (Para peraih IDPBA Franchise 2017)

Seiring dengan perkembangan zaman, kecanggihan teknologi rupanya memaksa para pelaku bisnis untuk melakukan transisi ke arah era digitalisasi agar tetap bersinar dikelasnya. Tentunya adaptasi ini tdak mudah dilakukan kecuali bagi pebisnis yang tangguh. Melihat fenomena ini, tentunya perlu ada apresiasi untuk menghargai para pelaku bisnis di era digital.

Olehkarenanya FranchiseGlobal.com bekerjasama dengan Tras N Co Research dan IMFocus DigiMarketing Consultant yang juga selaku Certified Google Partner, kembali melakukan riset Digital Popular Brand Index terhadap ratusan bisnis dari lebih dari 76 kategori bisnis franchise di Indonesia. Riset dilakukan mulai bulan April hingga Juni 2017 dengan menggunakan tiga parameter penilaian: Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based.

Riset di tahun ketiga ini nampaknya berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, terdapat peningkatan syarat dan jumlah poin minimal untuk sebuah brand dikatakan sebagai Digital Popular Brand. Pertama, tercapture minimal 5000 google result. Kedua, total point minimal di angka 15% dari sebelumnya 10%. Ketiga, dua hal tersebut mutlak harus dimiliki oleh sebuah brand tersurvey. Ini artinya, selalu terjadi peningkatan standar keterpopuleran brand di Indonesia Digital Popular Brand Award dari tahun ke tahun.

“Peningkatan standar penilaian Digital Brand Index ini sebagai upaya untuk menghasilkan survey berbobot. Dan sebuah filter untuk menemukan brand-brand yang popular di dunia digital yang berkualitas,” ungkap Tri Raharjo, Chairman Tras N Co Research,

“Kami melihat perkembangan digital, khususnya di industry franchise, telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Beberapa brand telah melakukan adaptasi digital sehingga brandnya memiliki akselerasi yang mengagumkan di dunia internet. Seperti pertumbuhan fans, follower, jumlah orang yang mencarinya di google engine dan lain sebagainya,” jelas Alex Iskandar, CEO IMFocus Certified Google Partner.

Setali tiga uang dengan Alex, Tri Raharjo melihat pertumbuhan tersebut disinyalir karena perubahan market yang begitu massif. “Shifting market from offline to online telah benar-benar terjadi. Dan perubahan pola ini mau tidak mau telah memaksa kita untuk terus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, pola pemasaran baru, serta pola engagement baru kepada konsumen dan calon mitra,” papar Tri Raharjo.

Lebih lanjut Tri Raharjo mengatakan, peningkatan syarat minimal Digital Popular Brand Index di tahun 2017 ini nyatanya memang menghasilkan hasil survey yang jauh lebih berkualitas. Dengan jajaran brand-brand “raksasa” yang tidak hanya digdaya secara offline, namun juga menguasai dunia digital berhasil meraih INDONESIA DIGITAL POPULAR BRAND AWARD 2017l.

Terdapat 22 merek franchise, lisensi dan kemitaan dari berbagai kategori bisnis yang layak menyandang predikat INDONESIA DIGITAL POPULAR BRAND AWARD 2017. Di antaranya; Kimia Farma, ERA Indonesia, Alfamart, Shop&Drive, ESL Express, JNE, D’PENYETZ, Depo Air Minum Biru, Bakmi Naga Resto, EF English First, Miracle Aesthetic Clinic, Rocket Chicken, Excelso, SHI-DA, Quick Chicken, Snapy, Kedai Kopi Kapal Api, Bambu Spa, Oto Bento, Kiddy Cuts, Auto Bridal & Apotek K-24.

Tri mengkalim bahwa Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada sejumlah merek franchise, lisensi dan kemitraan di Indonesia yang telah berhasil membangun dan mempertahankan popularitas mereknya di era digital di tengah maraknya sejumlah merek pendatang baru di internet. “semoga penghargaan ini benar-benar memacu pertumbuhan bisnis franchise di tahun-tahun yang akan datang,” tandasnya.

Tags

 
 
 



X
Baca Juga