Business Knowledge

Utamakan Pelayanan, Diferensiasi dan Inovasi agar Menjadi Pilihan Utama

Boleh dibilang saat ini bisnis keagenan menjadi pilihan kedua bagi para investor yang ingin mencari peluang bisnis, setelah Business Opportunity (BO) dan franhcise. Hal tersebut karena banyak yang menilai jika bisnis berkonsep keagenan tak semenguntungkan BO maupun franchise. Benarkah demikian?

Oleh :   Kamis, 21 Juli 2016   Viewer bisnisupdate.com  383 Hits
Utamakan Pelayanan, Diferensiasi dan Inovasi agar Menjadi Pilihan Utama
Ketarangan Gambar :  (Ricky Fernando S.E., BBA, M.M. Direktur Fox Business Consultant/Bisnisupdate.com)

Keuntungan, adalah sebuah hal yang menjadi pertimbangan paling utama bagi siapa pun yang ingin berbisnis. Tak terkecuali bagi para investor, baik yang berkantong pas-pasan maupun yang berkantong tebal. Maka sangatlah wajar bila banyak investor yang kemudian menjatuhkan pilihannya pada bisnis berkonsep BO maupun franhcise sebagai investasinya ketimbang keagenan. Terlebih bila investor melihat dari besarnya profit dan kelangsungan bisnis sebagai penilaian utamanya. BO dan Franchise tentu lebih superior.

Hal tersebut pun dikemukakan oleh Ricky Fernando, Direktur Fox Business Consultant. Ia mengatakan jika ada dua hal yang menjadi pertimbangan terbesar bagi seorang investor. “Biasanya adalah profit dan kelangsungan bisnis,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti kepada para pelaku bisnis, apa pun itu, agar membangun sistem bisnis yang jelas, rapi dan berbeda dari kompetitor. “Hal ini akan memberikan jaminan profit di masa depan. Selain itu, sistem yang rapi dan inovasi berkelanjutan akan memberikan jaminan kelangsungan bisnis di masa depan,” imbuhnya.

Bisnis yang sudah terbukti profitable dan long term pasti akan lebih menarik minat para investor. Itulah mengapa Ricky mengatakan jika dua hal tersebut menjadi penilaian besar para investor. Sebab, ia pun meyakini bila investor tentunya tidak akan mau untuk bergabung dengan bisnis yang hanya hit and run saja. Dalam arti, bisnis yang hanya mengandalkan tekad dan perjuangan saja tanpa memiliki sistem yang mumpuni.

Di luar itu, tentu saja membangun sebuah bisnis yang profitable dan long term tidaklah semudah mendirikan tenda perkemahan. Terlebih, bagi bisnis berkonsep keagenan yang terbilang belum besar. Untuk itulah Ricky Fernando memaparkan beberapa hal yang harus menjadi perhatian utama bagi para pelaku bisnis keagenan agar bisa berkembang dan menjadi pilihan utama bagi para investor. Ricky memaparkan tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu pelayanan, diferensiasi produk, dan inovasi yang berkelanjutan.

“Di tengah persaingan bisnis yang ketat seperti sekarang ini, kompetitor bisa dengan mudah meniru produk atau jasa yang kita jual. Bahkan dengan harga yang lebih murah. Pelayanan yang prima bisa membantu sebuah bisnis untuk memenangkan persaingan dan mengatasi keberatan konsumen akibat perbedaan harga tersebut,” papar Ricky lebih lanjut.

Diferensiasi produk, sambungnya, mutlak diperlukan untuk membedakan kita dengan kompetitor, dan menjadi daya tarik bagi pelanggan untuk membeli produk kita. Sedangkan inovasi yang berkelanjutan, imbuhnya, diperlukan untuk menghindari kejaran kompetitor. “Setiap kali mereka meniru produk atau layanan kita, maka kita sudah selangkah di depan,” ujarnya.

Ketiga hal yang telah dipaparkan di atas dinilainya sangat penting untuk diperhatikan oleh para pelaku bisnis keagenan. Sebab, ia pun meyakini jika tidak ada jaminan bahwa BO dan franchise selalu lebih sukses dari bisnis keagenan. “Semua kembali kepada strategi masing-masing. Dan kembali lagi kepada tiga hal yang sudah saya sebutkan tadi,” tekannya.

Tak hanya harus fokus kepada upaya agar membuat bisnis menjadi profitable dan long term, para pelaku bisnis keagenan pun harus tahu bagaimana bersaing dengan para pemain besar yang sudah lebih dulu mampu merajut pasarnya sendiri. Sebab, bagaimanapun gesekan dan persaingan antara pelaku bisnis keagenan niscaya terjadi dan tak bisa terelakan lagi. Dan Ricky Fernando memberikan beberapa hal bagi para start up yang ingin bersaing dengan para pemain besar.

“Jangan bermain head to head dengan pemain besar. Amati pemain besar, mulai dari produk dan layanan yang mereka berikan. Apa kekurangannya dan kemudian kembangkan produk dan layanan Anda untuk menutupi kekurangan itu. Selain itu, bermainlah di pasar niche dan komunitas yang belum digarap oleh pemain besar,” terang Ricky.

Tak lupa ia mewanti-wanti kepada para pebisnis agar jangan lupa untuk selalu mengutamakan pelayanan. Sebab, menurutnya, usaha kecil biasanya kerap mengabaikan hal ini. “Dan pada akhirnya pelanggan malas untuk kembali lagi meskipun sebenarnya menyukai produk Anda,” tukasnya.

Rahardian Shandy

Tags

 
 
 



X
Baca Juga