Business Knowledge

UKM Harus Jago Branding atau Kalah Bertanding!

Boleh bergembira merayakan tahun baru, tetapi 2016 adalah ajang ‘perang’ yang semakin keras dan membutuhkan banyak persiapan, agar tidak kalah dengan para pesaing di regional ASEAN.

UKM Harus Jago Branding atau Kalah Bertanding!
Ketarangan Gambar :  (Ferly F. Raya (Business Advisor GRATYO Indonesia))

Untuk menghadang persaingan yang ada, tak ada cara lain yang harus ditempuh pemilik UKM untuk bisa bersaing di era hyper kompetitif tersebut selain harus ahli atau bahkan gandrung dengan urusan branding.

“Sebab jika kita tidak tahu cara branding dengan benar dan salah sasaran, sebagus apapun produk Anda maka akan sulit untuk bersaing. Karena itu, di era MEA nanti, UKM harus jago branding atau kalah bertanding!” kata Ferly F. Raya, Certified Business Advisor dari Gratyo, Practical Business Advisor dan Strategic Partner dari Coach Yohanes G. Pauly.

Selain jago branding, pemilik UKM harus piawai memanfaatkan eksistensi internet untuk pengembangan dan perluasan bisnisnya. “Strategi mengelola digital marketing juga harus disiapkan, sehingga kita bisa menjadi market leader dan jadi merek lokal dengan daya cengkeram yang luar biasa,” kata Business Coach dengan posisi terakhirnya sebagai Vice President  di salah satu  perusahaan multinasional ini.

Karena itu, ia mengingatkan para pemilik UKM di Indonesia untuk lebih memberikan porsi pengembangan yang besar pada branding dan digital marketing. “Jika produk bagus namun kurang laku hanya karena target market Anda tidak tahu sisi unggulnya dimana, dan punya persepsi yang salah tentang produk Anda, itu masalah besar menurut saya,” katanya.

Ia menyontohkan salah satu brand coffee shop terkemuka. “Mungkin ada kopi yang lebih enak jangan-jangan. Tapi kenapa orang tetap beli kopi merek terkenal itu? Jawabannya karena melihat brand-nya, dan dia sudah menjual sisi emosional customer. Lebih kepada memainkan persepsi orang  kalau beli kopi brand tersebut itu seakan-akan sudah gaul dan tren,” tukasnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemilik bisnis adalah segmen market yang dibidik. “Ketika kita gagal merumuskan segmen mana yang akan dibidik, maka saat itulah kegagalan bisnis sudah di depan mata. Karena itu cermati dan tentukan target market yang tajam. Kita tidak bisa tembak semua burung di udara. Jika kita tahu burung elang yang harus dicari, maka akan lebih mudah kita menemukan ke sarang burung elang!” paparnya.

Ia pun menitikberatkan pada pertanyaan-pertanyaan dasar untuk menentukan pasar yang dibidik. Pertanyaan seperti WHO, WHERE, WHAT, WHY dan HOW yang harus jelas. “Gunakan piramida marketing untuk menentukan segmen dan cara pendekatan kepada segmen tersebut, agar tidak salah dan meminimalisir kerugian,” demikian pesan Coach Ferly kepada pemilik UKM Indonesia.

Tiap sebulan sekali GRATYO selalu mengadakan event Entrepreneurs Gathering di Jakarta dengan topik-topik yang sangat hangat, dan selalu dihadiri ratusan pemilik bisnis yang ingin belajar mengembangkan bisnisnya untuk semakin profitable dan autopilot, yang dibawakan langsung oleh Coach Yohanes G. Pauly yang merupakan pemenang Business Coach of The Year & Sales Coach of the Year di Coaches Choice Awards se-Asia Pacific di Australia dan Coaches Choice Awards se-Dunia di Spanyol.

Fahmi Zulqar




X
Baca Juga