Business Knowledge

Tiga Hal Penting agar Mampu Stabilkan Penjualan Pasca-Peak Season

Saat peak season-lah penjualan sebuah bisnis akan bisa melonjak berkali-kali lipat banyaknya dibandingkan hari biasanya. Tapi, adakah cara agar penjualan masih bisa tetap stabil setelahnya?

Tiga Hal Penting agar Mampu Stabilkan Penjualan Pasca-Peak Season
Ketarangan Gambar :  (Ricky Fernando (Fox Business Consultant /Director))

Pastinya banyak yang beranggapan bahwa tak semua bisnis memiliki masa panennya atau yang lebih dikenal dengan istilah peak season. Sebut saja beberapa jenis bisnis yang memilikinya di antaranya adalah tours and travel, fashion, alat tulis dan seragam menjelang ajaran baru, sampai dengan bisnis laundry.

Namun, rupanya hal tersebut tak sejalan dengan Ricky Fernando, konsultan bisnis dari Fox Business Consultant ini justru berpendapat bahwa hampir semua jenis bisnis memiliki momen peak season masing-masing.

“Hampir semua bisnis memiliki momen peak season, bahkan beberapa kebutuhan pokok pun juga memiliki momen peak season-nya. Tapi hanya beberapa bisnis saja yang bisa tetap stabil (peak season) sepanjang tahun. Dan bisnis yang stabil itu biasanya merupakan kebutuhan pokok sehari-hari,” tukasnya.

Untuk itu, pria yang juga aktif mengisi mata kuliah entrepreneurship di Universitas Ciputra Surabaya ini, memberikan beberapa hal yang mesti dipersiapkan oleh seorang pebisnis dalam menyambut sebuah momen peak season. “Siapkan stok barang dari jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga ketika peak season tidak akan kehabisan stok yang bisa mengakibatkan pelanggan lari ke pesaing,” ujarnya.

Atau jika menjual jasa, sambung Ricky, siapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan jasa yang Anda jual sebaik mungkin. Sehingga pelayanan yang diberikan bisa maksimal, tidak amburadul karena terkesan tergesa-gesa.

Namun, apabila sebuah bisnis berhasil memanfaatkan sebuah momen peak season dengan sangat baik, maka bisa menikmati hasil panennya dengan maksimal. Dan menurut Ricky, beberapa ciri atau ukuran sebuah bisnis bisa dikatakan berhasil memanfaatkan peak season-nya dengan baik sehingga bisa memetik hasil panennya dengan maksimal.

“Omset yang meningkat tajam jika dibandingkan bulan biasa. Permintaan dari pelanggan terpenuhi semua, dalam artian tidak kekurangan supply. Pelayanan yang diberikan memuaskan, dalam artian tidak terkesan kewalahan atau tidak siap menangani permintaan yang membludak. Serta puasnya pelanggan,” tuturnya.

Dan bila melihat pada sebuah momen peak season, maka bisa dipastikan jika banyak jenis bisnis yang ingin penjualannya tetap melonjak layaknya saat peak season. Namun, nyatanya selepas momen peak season maka penjualannya akan kembali normal, bahkan cenderung menurun drastis.

“Yang bisa dilakukan adalah ketika turun jangan sampai terlalu drastis. Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, menjaga kualitas produk dan layanan. Di jaman sekarang ini sangat banyak pilihan yang tersedia bagi konsumen, kecuali kalau Anda adalah monopoli seperti PLN atau PDAM,” jelasnya.

Kedua, sambung Ricky, mulai membidik niche market dan komunitas-komunitas. Meskipun terkesan kecil, tetapi jika pasar ini digarap dengan serius maka bisa memberikan dampak yang lumayan besar, terutama dari segi loyalitas dan word of mouth. “Ketiga, teruslah berinovasi sehingga pelanggan tidak bosan dan ingin terus membeli produk Anda serta menjauhi kejaran pesaing,” pungkasnya.




X
Baca Juga