Business Knowledge

Pentingnya Tacit Knowledge Bagi Manajemen Penjualan (1)

Pentingnya Tacit Knowledge Bagi Manajemen Penjualan (1)
Ketarangan Gambar :  (Ir. Harry Wiyanto MBA MM)

MANAJEMEN PENJUALAN

Banyak sekali Pakar mendefinisikan tentang Manajemen Penjualan. Menurut American Marketing Association (AMA), Manajemen Penjualan adalah "The planning, direction, and control of personal selling, including recruiting, selecting, equipping, assigning, routing, supervising, paying and motivating as these tasks apply to personal sales force." atau perencanaan, pengarahan, dan pengendalian penjualan tatap muka, termasuk merekrut, memilih, memperlengkapi, menugaskan, menetapkan rute, mengawasi, membayar dan memotivasi karena tugas ini berlaku untuk tenaga penjualan tatap muka."

 Pada intinya Manajemen Penjualan adalah aktifitas manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pemilihan Tenaga Penjualan yang tepat, pengarahan dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan penjualan.

APA TUJUAN PENJUALAN BAGI PERUSAHAAN ?

Banyak perusahaan menetapkan tujuan penjualannya sendiri sendiri. Biasanya tujuan penjualan suatu perusahaan adalah meningkatkan volume penjualan dari waktu ke waktu, meningkatkan bagian pasar (market share), meningkatkan jumlah pelanggan baru (opening new outlets/customers), melakukan penetrasi ke suatu daerah baru (opening new areas), melakukan multi brand selling, meningkatkan keuntungan (margin/profit), dan lain lain.

BAGAIMANA CARA MENCAPAI TUJUAN PENJUALAN TERSEBUT ?

Banyak strategi dan taktik suatu perusahaan untuk mencapai tujuan penjualan yang diinginkannya. Namun pada tulisan ini kita akan fokuskan cara mencapai tujuan penjualan dari sisi peranan seorang Tenaga penjualan yang diharapkan dapat mencapai tujuan penjualan yang diinginkan.

APA TUGAS SEORANG TENAGA PENJUAL UNTUK

MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN ?

Dahulu kala saat tingkat persaingan antar perusahaan masih belum “chaos” seperti saat ini tugas seorang Tenaga penjualan hanya menjual (selling) atau ada juga yang menjual dan melakukan tagihan pembayaran (selling and collecting account receivable of customers). Namun saat ini, tugas seorang penjual khususnya di perusahaan consumer goods tidak cukup hanya menjual dan melakukan tagihan (selling and collecting), namun tugas seorang tenaga penjual paling tidak adalah sebagai berikut :

1. Territory Management

Seorang Tenaga Penjualan harus menguasai dan mengetahui segala sesuatu yang ada wilayah tersebut yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya baik itu dari sisi sumber ekonomi yang ada di wilayah itu yang tentu berpengaruh terhadap daya beli, budaya orang/pelanggan di wilayah tersebut yang tentu berpengaruh terhadap sikap dan perilaku membeli, hingga berapa banyak jumlah pelanggan (outlets/customer) yang sudah menjual produk yang dijual oleh Tenaga Penjualan tersebut ataupun pelanggan yang belum menjualnya (potensial) untuk memperkirakan berapa estimasi/target volume penjualan yang bisa dicapai.

2. Outlet Penetration

Berdasarkan penguasaan seorang Tenaga Penjualan tersebut di wilayahnya maka seorang Tenaga Penjualan itu harus mengetahui tentang outlet outlet yang belum membeli produknya dan berusaha agar produknya dibeli dan tersedia (available) di outlet tersebut.

3. Brand Penetration

Jika portfolio produk yang dijual oleh Tenaga Penjualan itu terdiri dari berbagai merek, berbagai jenis (packtype) maka Tenaga Penjualan itu wajib melakukan Brand Penetration (Penetrasi Merek) atau Multibrand Selling sehingga semua merek dan jenis produknya availabe di setiap outlet di wilayahnya.

4. Brand Merchandising

Setelah produk dibeli dan tersedia di outlet, tugas seorang Tenaga Penjualan belum selesai. Seorang Tenaga Penjualan juga harus membantu outlet, memastikan bahwa pelanggan outlet tersebut (konsumen) dapat dengan mudah mengetahui bahwa produk tersebut ada (available), tersusun (display) dengan baik dan rapih, mudah dilihat dari sudut pandang mata konsumen (eye catching and eye level) sehingga pelanggan outlet (konsumen) tertarik untuk membelinya. Biasanya seorang Tenaga Penjualan juga dilengkapi oleh perusahaan dengan POS (Point of Sales) Materilas untuk dipasang di tempat yang strategis di outlet tersebut.

5. Sales Script and Profit Story

Untuk membantu seorang Tenaga Penjualan melaksanakan tugasnya, maka biasanya dilengkapi juga dengan Sales Script dan Profit Story.

Sales Script berisi list dari kemungkinan pertanyaan dan keberatan outlets/pelanggan saat Tenaga Penjualan menjual produknya lengkap dengan jawabannya. Hal ini membuat seorang Tenaga Penjualan lebih siap menghadapi outlet/pelanggannya sehingga bisa mendapatkan hasil penjualannya dengan efektif dan efisien.

Profit Story berisi data data harga produknya dan produk pesaingnya baik harga beli, harga jual dan keuntungan outlet/pelanggan jika membeli produknya. Hal ini memudahkan seorang Tenaga Penjualsn untuk meyakinkan outlets/pelanggan bahwa membeli produknya akan memberikan keuntungan/manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang.

6. Promotion Activities

Seorang Tenaga Penjualan juga wajib menjalankan program promosi yang ada, memonitornya dan memastikan program promosi yang dijalankan berhasil sesuai tujuannya. Seandainya program promosi yang sedang dijalankan tidak sesuai dengan yang diharapkan maka seorang Tenaga Penjualan harus segera melaporkan ke atasannya atau bagian promosi atau bagian yang berwenang di perusahaannya, untuk kemungkinan mengganti program promosi itu dengan yang lebih efektif dan efisien.

7. Product Handling

Seorang Tenaga Penjual juga wajib menjaga produknya yang tersedia di outlet dalam keadaan mutu yang terbaik. Oleh karena itu Seorang Tenaga Penjual biasanya saat mengunjungi outlet, akan cek umur produk, FIFO, penempatan produk dipastikan tidak di tempat yang bisa merusak mutu produk dan lain lain.

8. Reports

Seorang Tenaga Penjualan juga biasanya dilengkapi dengan Kartu Kunjungan Langganan (Customer Call Card) yang isinya lengkap tentang informasi outlet (Basic Outlet/Market Information dan hasil kunjungan serta catatan catatan khusus mengenai apa saja informasi yang didapat saat mengunjungi outlet/pelanggan.

Biasanya seorang Tenaga Penjualan juga dilengkapi dengan format format Laporan Harian/Mingguan dan Bulanan (Daily/Weeky/Monthly Report)

Penulis :  Ir. Harry Wiyanto MBA MM (Trade Marketing Manager di PT Delta Djakarta dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen di Universita Negeri Jakarta)

Tags

 
 
 



X
Baca Juga