Business Knowledge

Pentingnya Edukasi Pasar Online

Pentingnya Edukasi Pasar Online
Ketarangan Gambar :  (Dok Ari Nugrahanto/bisnisupdate.com)

Sebenarnya market online sekarang ini bisa dikatakan semuanya terkesan kebablasan semua. Karena yang jadi permasalahan utama sekarang bukanlah bagaimana cara menjual produk lagi, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa mengedukasi orang yang suka berbelanja online ini. Menurut saya, sekarang ini telah terjadi fenomena pola pikir potong harga. Jadi, kalau tidak ada diskon maka belinya nanti saja. Fenomena inilah yang membuat para supplier seolah terjebak oleh keadaan.

Para supplier ini sudah menyuplai barang, lalu sudah menghitung present value atau nilai sekarang. Tapi ternyata, ketika ditaruh di marketplace para customer menunggu ada diskon lebih dulu untuk membeli. Dan karena tidak ada yang membeli, maka muncullah pola pikir potong harga ini. Permasalahannya, ketika melakukan potoh harga itu apakah para supplier sudah menghitung segala macamnya atau belum. Apakah marginnya bermasalah atau tidak.

Hal itulah yang membuat kebanyakan dari para klien maupun teman-teman pebisnis yang bisnisnya di-online-kan bisa dikatakan terpuruk semua. Pebisnis online terpuruk karena mereka tidak bisa membeli matrial yang disebabkan belum adanya pembeli tanpa adanya potongan harga. Bayangkan saja, ketika barang sudah sampai, lalu ada permintaan yang membuat kita harus memasok barang lagi. Tetapi masalahnya cash flow tidak ada karena belum adanya transaksi dari barang sebelumnya. Logikanya, barang sebelumnya harus dibeli lebih dulu agar ada cash flow.

Fenomena seperti itulah yang sekarang terjadi. Jadi, sekarang ada dua pilihan bagi para pebisnis online. Yakni, kita mau mengedukasi pasar tanpa harus mengikuti pola pikir potong harga tadi atau justru mengikuti pola pikir tersebut. Memang, untuk lebih mudahnya adalah dengan mengikuti pasar. Ikut perang harga. Tetapi, saya sarankan ada baiknya untuk menghitung lebih dulu harga jualnya. Jangan hanya memikirkan nilai sekarang, tapi Anda juga harus memikirkan nilai masa depan.

Pada dasarnya diskon itu hanya strategi marketing. Kalau merek-merek besar bisa melakukan strategi semacam itu. Sebelum diskon mereka sudah menaikkan harga lebih dulu. Tetapi kalau untuk para pemain baru apa sudah cukup paham dengan perhitungan nilai sekarang dan nilai masa depan? Itu berbeda karena akan ada perhitungan inflasi juga. Kemudian, yang pasti ujung-ujungnya penawaran.

Penawaran itu kan kalau bicara online tergantung produk. Seperti halnya sekarang ini, fenomena Go-Jek dan Grab Bike yang sedang ramai-ramainya karena ada diskon. Kalau diskonnya sudah hilang apa akan masih ramai seperti sekarang? Saya tidak yakin. Karena di dunia online Indonesia saat ini sudah terbawa oleh pola pikir potong harga. Dan, itu nantinya akan berimbas pada kualitas produk yang dijual.

Itu bisa terjadi kalau rencana marketing yang sudah dihitung ternyata tidak bisa tercapai. Kecuali kalau memang sudah menghitungnya dengan baik, antara nilai sekarang dan nilai masa depan. Tapi, so far, industri online besar menurut saya banyak yang masih rugi dengan jor-joran iklan di mana-mana dan memilih menggunakan pola pikir potong harga.

Jadi, kalau saya akan lebih memilih mengedukasi pasar. Jangan lupa juga untuk menghitung present value dan future value. Karena saat ini kebanyakan para pelaku UKM belum bisa menghitung dua biaya tersebut. Nah, salah satu cara agar bisa mengedukasi pasar dan tidak mengikuti pola pikir potong harga adalah dengan memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

Misal, buat tailor khusus jas dengan garansi seumur hidup. Walau pada kenyataannya jas itu jarang dipakai dan dicuci, tapi hal itu akan bisa lebih mengena di benak customer. Kuncinya adalah berikan sentuhan yang bagi orang bisa menambah value bagi produk kita. Apalagi kalau misal, kita juga menerima jasa mengukur di rumah, lalu yang mengukur itu ganteng dan cantik. Jadi, cobalah buat usaha yang juga diberi sentuhan yang wah.

Basic seperti ini sangat penting bagi bisnis online. Karena kalau kita mulai menjual online tapi tidak mengerti basic-nya akan percuma. Karena tidak mengerti apa yang mau ditawarkan. Pun dengan strategi marketing dan strategi komunikasi yang akan digunakan. Pada dasarnya, sebenarnya semua bisnis bisa di-online-kan. Tapi, pilihannya hanya ada dua tadi, apakah kita lebih memilih mengikuti pasar atau lebih memilih melakukan edukasi pasar. Dan kalau saya pribadi, lebih baik memilih mengedukasi pasar.

Rahardian Shandy




X
Baca Juga