Business Knowledge

Membesarkan Bisnis Berpola Keagenan

Oleh :   Rabu, 18 Mei 2016   Viewer bisnisupdate.com  223 Hits
Membesarkan Bisnis Berpola Keagenan
Ketarangan Gambar :  (Dok Tri raharjo/bisnisupdate.com)

Bila diperhatikan lebih jauh, sebenarnya Indonesia memiliki banyak sekali potensi bisnis. Karena dari segi produk yang dihasilkan pun sebetulnya sudah memiliki nilai jual dan kualitas tinggi. Namun, sayangnya masih minim pemasaran. Sehingga jika ingin lebih berkembang secara bisnis, maka saya kira pola keagenan lebih cocok untuk melakukan penetrasi market. Artinya, penetrasi market dari segi  produk.

Kita ambil contoh, ada produk dari Sulawesi, Kalimantan, atau dari wilayah Indonesia timur. Ketika bisnis atau produknya ingin berkembang, maka cara yang paling simple adalah dengan membuka peluang usaha keagenan di setiap wilayah di Indonesia. Tentunya, ini menjadi poin yang sangat penting. Karena kalau penetrasi market mereka semakin luas, maka secara produk pun akan berkembang ke mana-mana.

Nah, apa saja hal yang bisa menyebabkan minimnya penetrasi market?

Pertama, biasanya ketika seseorang memiliki sebuah produk, maka orang itu akan cenderung hanya memasarkan sebatas di wilayahnya saja. Misalkan, hanya dalam satu kabupaten saja, atau di daerah yang dekat dengan tempat produksi saja. Yang kedua, biasanya karena masih kurang secara pengetahuan. Baik pengetahuan secara bisnis yang cenderung belum mengetahui polanya, atau tidak tahu harus melalui channel apa untuk memasarkan produknya.

Knowledge itulah yang belum banyak dimiliki oleh pelaku bisnis berpola keagenan, sehingga keterbatasan akses itulah yang relatif membuat mereka kurang berkembang. Tapi, apabila keterbatasan akses itu sudah terbuka, maka saya yakin mereka akan memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan produknya ke seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, bisa juga sampai lintas negara.

Lalu, bagaimana cara untuk memperluas penetrasi market itu? Kalau untuk sekarang saya pikir jauh lebih simple, karena dari akses informasi pun sudah begitu mudah. Tapi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menciptakan suatu produk dengan kualitas standar yang baik. Bahkan, kalau perlu produk dengan kualitas standar global. Kenapa harus kualitas? Karena kalau dari kualitas sudah bagus, maka saya yakin market akan tumbuh dengan sendirinya.

Yang kedua, bentuk tim pemasarannya. Salah satu caranya melalui apa? Buatlah website dengan dua bahasa (Bhs. Indonesia dan Inggris). Tentunya, yang berbahasa Inggris untuk target global market, sedangkan yang berbahasa Indonesia untuk market dalam negeri. Ketiga, gandeng media untuk mempublikasikan bisnis Anda agar bisa mendapatkan channel pemasaran yang baru. Keempat, ikuti berbagai event yang berkaitan dengan bisnis. Sehingga orang lain yang tertarik pada ranah bisnis dapat  tertarik untuk mengambil produk Anda. Sehingga kemudian produk Anda pun bisa dipasarkan di daerah pemasaran yang baru.

Kemudian, ketika bisnisnya sudah running dan sudah memiliki beberapa jaringan agen, maka hal kelima yang perlu dilakukan berikutnya adalah memperkuat organisasi. Artinya, ia harus memperkuat dari segi  produksinya agar pasokan tidak terganggu. Perkuat juga delivery-nya. Dan tentunya, dari sisi promosi secara end user pun harus giat dilakukan. Artinya, supaya produk yang dipasarkan bisa betul-betul diterima oleh masyarakat. Dan menurut saya, apabila lima poin itu dilakukan secara continue, maka bisnis dengan pola keagenan ini akan terus grow up.

Tapi, meskipun sebuah bisnis berpola keagenan sudah dianggap grow up, tetap saja ada hal-hal yang perlu selalu menjadi perhatian utama. Dan salah satu hal yang bisa menjadi kendala terbesar dalam pola bisnis ini adalah di distribusi. Apalagi kalau menyangkut soal harga BBM. Kalau harga BBM naik, sudah pasti cost delivery pun ikut naik. Ketika cost delivery naik, tentu akan menambah biaya penjualan. Dan saat itulah pelaku bisnis harus memikirkan: apakah akan menaikkan harga jual, memangkas profit, atau dua-duanya dimainkan sekaligus?

Dan menurut saya, jawaban dari hal itu untuk sekarang adalah dengan meningkatkan sales dan menekan cost. Artinya, secara penjualan harus ditingkatkan sehingga marginnya bisa tetap stabil. Tapi, apabila terpaksa menaikkan harga jual, sekiranya harus diperhatikan lebih dulu apakah mungkin harga baru tersebut bisa diterima market atau tidak. Itu pun perlu ada timing yang tepat karena mereka bukan hanya bicara tentang dirinya sendiri, melainkan juga para agen yang ada di bawahnya.

Jadi, kalau mau menaikkan harga tentu harus melakukan sosialisasi terlebih dulu ke para distributor, agen, atau reseller. Sosialisasi amat penting  dilakukan agar para distributor atau pun para agen bisa menyesuaikan. Jadi, jangan sampai dengan kenaikan harga justru akan berdampak pada berkurangnya margin yang diperoleh oleh para distributor atau agen. Sekiranya, itu adalah hal yang harus diperhatikan sebelum ditemukannya keputusan yang final. Dan apabila sudah final, maka mau tak mau harus tetap dijalankan.




X
Baca Juga