Business Knowledge

Direct Sales, Strategi Jitu Bangun Market bagi Tempat Wisata

Ario Rantau selalu sukses membuat pemilik water park atau tempat wisata menjadi ramai pengunjung. Tentu saja ia memiliki strategi jitunya sendiri dalam melakukan hal tersebut.

Oleh :   Kamis, 07 Januari 2016   Viewer bisnisupdate.com  216 Hits
Direct Sales, Strategi Jitu Bangun Market bagi Tempat Wisata
Ketarangan Gambar :  (Ario Rantau (CEO Progress Asia Group))

Di tengah gencarnya isu lemahnya ekonomi Indonesia saat ini yang juga berimbas ke berbagai sektor, Ario Rantau justru mengaku jika bisnisnya tidak berpengaruh dengan keadaan tersebut. “Karena saya menggunakan ilmu direct sales, yang bersentuhan langsung kepada orang” paparnya. Selain itu, ia pun mengatakan jika tempat wisata yang dipromosikannya telah bekerjasama dengan menggunakan voucher diskon.

Jadi, Ario Rantau menjelaskan, ketika orang-orang menggunakan voucher diskon wisata yang dijual oleh sales yang menggunakan the power of direct selling tersebut, maka orang yang membeli voucher tersebut pasti akan datang dan menggunakannya. “Dan tujuan wisata kita banyak lho. Tapi lebih spesifik, saya di direct selling voucher wisata water park, wisata alam dan permainan anak-anak,” sambungnya.

Ario pun mengklaim jika selama ini, ketika ia bekerjasama dengan sebuah tempat wisata maka omset tempat wisata tersebut akan meningkat. “Karena kami menggunakan ilmu dengan menyebar sales kami di setiap wilayah berbeda,” jelasnya.

Apalagi, imbuhnya, direct selling itu sendiri ada dua jenis, yakni bellow the line dan above the line. “Jadi, Progress (Asia) ini ada di below the line-nya. Langsung ke user,” ungkapnya. Dan ketika orang sudah membeli voucher tersebut, maka ia amat yakin jika orang tersebut akan tahu ke mana tujuannya berlibur nanti.

Lebih lanjut, Ario pun menilai jika zaman sekarang ini wisata sudah menjadi kebutuhan pokok. “Apalagi di Indonesia ini konsumennya sangat tinggi,” tukasnya. Terlebih, sambungnya, yang dicari orang untuk berwisata pun adalah hiburan. Maka ia amat yakin jika tak sedikit orang yang akan bolak-balik pergi ke sebuah tempat wisata untuk bisa mendapatkan hiburan bagi keluarganya.

Di sisi lain, Ario mengklaim kalau bisnis yang dijalaninya ini bukan untuk menengah ke atas atau menengah ke bawah saja, tapi bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. “Karena dalam ilmu direct selling itu tidak ada kata-kata harus menengah ke bawah atau menengah ke atas. Semua dipukul rata. Menjual ke semua lini kehidupan manusia,” jelasnya.

Sebab, menurutnya, pada hakekatnya direct selling pun bisa menjual produk apa pun. “Ini, kan, spesifikasinya obyek wisata. Saya menjual produk wisata ke semua lini kehidupan manusia. Jadi, orang-orang yang menengah ke bawah pun akan lebih senang dengan adanya diskon,” ujarnya. Lebih lagi, sambungnya, diskon tempat wisata itu tidak ada kecuali jika bekerjasama dengan Progress Asia.

Ario pun meyakini jika direct selling akan terus dicari. Bahkan, ia pun meyakini jika orang-orang yang mampu menghasilkan selling tidak perlu lagi melamar kerja, melainkan akan dicari. Seperti halnya yang terjadi kepada Ario Rantau sendiri.

“Bukannya sombong. Saya tidak melamar kerja tapi orang yang mencari saya. Karena saya bisa jualan. Perusahaan mana yang tidak senang kalau omsetnya meningkay? Dan saya bisa, tinggal bentuk tim sales-nya,” tandasnya.

Rahardian Shandy




X
Baca Juga