Brand Update

Jebsen & Jessen Indonesia Tawarkan Berbagai Solusi Pembangunan Infrastruktur

Oleh :   Kamis, 14 September 2017   Viewer bisnisupdate.com  85 Hits
Jebsen & Jessen Indonesia Tawarkan Berbagai Solusi Pembangunan Infrastruktur
Ketarangan Gambar :  (Pameran Infrastruktur JIEXPO 2017)

Jakarta, BisnisUpdate.com-Melihat kiblat Pemerintahan Jokowi-JK yang menitikberatkan pembangunan infrastruktur dalam skala yang masif. Melihat fenomena seperti itu, Jebsen & Jessen Indonesia sangat optimistis untuk serius mensupport industri infrastruktur di Indonesia secara intensif.

Hal tersebut juga didorong oleh besarnya peluang membangun infrastruktrur di Indonesia. Menurut Radju Munusamy, Chairman Jebsen & Jessen Indonesia Group bahwa kebutuhan infrastruktur di Indonesia mencapai Rp 1000 triliun. “Hal ini semakin tidak ‘terlalu’ menarik ketika tenor atau masa invstasinya sangat panjang, minimal 10 tahun, karena itu perlu terobosan yang genuine untuk membuat proyek infratruktur menjadi lebih menarik dan diminati investor,” katanya.

Radju memberikan contoh sepert Turki misalnya, yang melakukan revolusi pengelolaan aset-aset prpdyktif kepada swasta dengan sistem konsesi. “Diawal Turki dapat dana cash untuk membangun bandara-bandara lain yang belum feasible, tetapi bandara yang sudah menguntungkan dikasih ke swasta dengan sistem konsesi, sehingga percepatan pembangunan infratruktur dapat tumbuh maksimal dan Turki bisa besar sepertis sekarang ini karena berani melakukan hal tersebut,” katanya.

Indonesia, ujar Radju, harusnya bisa mencoth apa yang dilakukan Turki dalam membangun infratruktur, seperti badnara, pelabuhan, dan sarana publik lainnya.

Radju menambahkan bahwa deviden 2018 semua BUMN di Indonesia hanya 40 Triliun. “Sedangkan kebutuhannya besar, kalau hanya short term terus maka babak belur keuangan negara,” katanya. Walaupun saat ini banyak pihak yang menyatakan masih aman dari sisi keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Fuad Sahid Lalean, Managing Director Accenture Indonesia menagtakan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur harus bagus dan berkualitas. Kedua, sustainability tantangan tersendiri, pendanaan butuh 1300 T dari 35 ribu megawatt itu butuh pengawasan yang ekstra pula. “Karena itu, eksistensi internet of things bisa jadi salah satu solusi untuk mempercepat pengawasan pembangunan infrastruktrur di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Radju juga menambahkan bahwa Jebsen & Jessen Indonesia Group, anak perusahaan Jebsen & Jessen (SEA) di Indonesia, memperkenalkan beberapa inovasi terbaru teknologi infrastrukturnya. Inovasi-inovasi itu dapat membantu para pemilik proyek meningkatkan efisiensi ruang, waktu, dan biaya.

Seperti halnya EPS Geo-Foam yang berbahan expanded polystyrene yang diolah menjadi blok besar bermassa ringan, EPS Geo-Foam mampu menjaga stabilitas konstruksi, khususnya pada tanah lunak yang merupakan kondisi tanah pada sebagian besar daerah di Indonesia.

Juga dengan Multipurpose Loadermemiliki lebih dari 100 instalasi, mulai dari pertanian, grounds care, hingga landscaping,mesin serbaguna ini memberikan solusi praktis serta biaya yang efisien dibandingkan membeli banyak mesin dan untuk kebutuhan perawatan yang berbeda-beda.

“Infrastruktur menjadi landasan utama Pemerintahan Jokowi-JK, sehingga kami ingin berpatisipasi dengan memberikan inovasi alat dan bahan pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan multi puposes, produk kami juga bisa digunakan di berbagai Kapupaten untuk sarana perawatan kota atau pertanian dalam skala kecil dan menengah, cocok untuk pedesaaan dan pengamaman pangan dan pertanian,” katanya.

 

Gencil.Com

Tags

 
 
 



X
Baca Juga