Bisnis Update

Yenny Wahid: ”Selamatkan Petani Tembakau Indonesia.”

Oleh :   Senin, 01 Agustus 2016   Viewer bisnisupdate.com  209 Hits
Yenny Wahid: ”Selamatkan Petani Tembakau Indonesia.”
Ketarangan Gambar :  (Yenny Wahid Saat menyalami petani tembakau Dusun Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung/Bisnisupdate.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta - Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mendesak Pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan RUU Pertembakauan sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan petani tembakau Indonesia. Menurut Yenny, kedaulatan petani tembakau saat ini terancam dengan maraknya tembakau impor yang menyerbu Indonesia.


”Tembakau merupakan aset bangsa Indonesia. Karena itu, negara harus segera membuat undang-undang yang memayungi kepentingan petani tembakau dan bertumpu pada nilai-nilai kesejahteraan,” ujar Yenny Wahid, saat menghadiri acara ”Songsong Negeri Tembakau”, prosesi petik perdana panen tembakau 2016 bersama petani tembakau Dusun Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Sabtu (30/7).
 
Kedatangan Yenny, disambut oleh ibu-ibu petani tembakau. Mereka kemudian mengiring putri presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid itu ke lahan perkebunan, dan bersama-sama petani memetik daun tembakau sebagai penanda diawalinya musim panen 2016. Sesudahnya, acara diisi dengan pergelaran kesenian tari Negeri Tembakau, dilanjutkan dengan arak-arakan tumpeng dan ambeng-ambengan – semacam sesaji berupa makanan aneka rupa – sebelum ditutup dengan doa.
 
Menurut Yenny, prosesi petik perdana tembakau di Temanggung merupakan momentum untuk melakukan refleksi atas eksistensi petani tembakau dalam konteks budaya bercocok tanam. Karenanya, momen panen harus mencerminkan sikap optimistik bahwa ke depan budaya bercocok tanam tembakau masih akan berlangsung dengan membanggakan bagi komunitas petani penanamnya.
  
Yenny mengaku melihat dan mendengar sendiri, para petani tembakau saat ini terancam ”kehilangan dapur” akibat serbuan tembakau impor. Padahal, tidak ada tanaman yang menjadi andalan ekonomi sekaligus tulang punggung penghidupan masyarakat, kecuali tembakau. ”Selama ini, para petani tembakau terbukti mampu menghidupi keluarga, menyekolahkan anak, hingga membangun masjid dan melestarikan seni tradisi. Indikasi lain, tidak ada warga di daerah ekonomi tembakau yang menerima BLT (bantuan langsung tunai). Itu semua yang terancam oleh tembakau impor,” lanjutnya.
 
Regulasi impor tembakau, diakui Yenny, memang masih longgar. Akibatnya, jumlah tembakau impor selalu meningkat. Hal ini mengakibatkan terjadinya pengalihan kebutuhan industri. Jika dulu menggunakan bahan baku lokal, kini cenderung beralih ke tembakau impor. Lebih jauh, tembakau impor juga berpotensi memicu ambruknya pondasi perekonomian petani lokal di daerah sentra pertembakauan, yang notabene memiliki spesifikasi tanah, cuaca, dan posisi geografis tersendiri. ”Di sini pentingnya pemerintah hadir melalui regulasi yang lebih melindungi petani tembakau. Bukan malah membunuhnya,” tutup Yenny.

Salles Ngepet



X
Baca Juga