Bisnis Update

Setelah Jerman, Kadin Gandeng Pelaku Usaha Inggris dengan Nilai Capai US$ 3,25 Miliar

Setelah Jerman, Kadin Gandeng Pelaku Usaha Inggris dengan Nilai Capai US$ 3,25 Miliar
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi pendantanganan nota kesepahaman/leaderpost.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia baru saja menggandeng pelaku usaha Inggris dengan nilai kerja sama mencapai US$ 3,25 miliar. Penandatanganan nota kesepahamanan tersebut berlangsung di Mandarin Oriental Hotel Hyde Park, London, Inggris (20/4). Rencananya, kerja sama tersebut mencakup bidang energi, telekomunikasi, produk consumer, agribisnis dan industri.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani pun menyatakan dukungannya terhadap agenda kunjungan ke negara-negara Eropa oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Kadin telah berhasil menjalin kerja sama dengan para pebisnis Jerman dengan nilai mencapai US$ 875 juta.

“Ini merupakan kunjungan pertama Presiden RI ke Eropa. Sehingga menjadi capaian yang sangat penting bagi hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa,” ungkap Rosan.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, Uni Eropa merupakan mitra dagang Indonesia yang sangat penting. “Uni Eropa merupakan salah satu ekonomi terbesar dunia, sedangkan Indonesia adalah ekonomi terbesar ASEAN yang mewakili 40% GDP dan populasinya,” tukasnya.

Shinta juga menganggap jika Uni Eropa merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia dan sumber terbesar kedua Foreign Direct Investment nasional. Karenanya, ia berpendapat, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan guna meningkatkan hubungan bilateral perdagangan dan investasi di antara kedua pihak.

Sementara itu, Shinta juga menyinggung mengenai kemajuan yang telah dicapai pada Indonesia-EU Coprehensive Partnership Agreement  atau Indonesia-EU CEPA. Menurutnya, penguatan hubungan bisnis dan ekonomi melalui Indonesia-EU CEPA akan menjadi langkah kebijakan penting yang perlu dipertimbangkan.

Shinta juga mengatakan jika Kadin Indonesia akan terus bekerja bersama dengan pemerintah untuk memastikan Indonesia-EU CEPA akan didasari oleh prinsip perdagangan yang adil. “Di mana nanti perjanjian ini akan mencakup isu akses pasar mengenai tariff dan nontariff barriers dalam perdagangan barang, jasa dan investasi,” imbuhnya.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga