Bisnis Update

Rudiantara: Pertumbuhan E-Commerce Indonesia Minimal Capai 40% di Tahun Ini

Rudiantara: Pertumbuhan E-Commerce Indonesia Minimal Capai 40% di Tahun Ini
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi E-Commerce /pure-ecommerce.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Tren belanja e-commerce di dunia setiap tahun semakin meningkat. Tahun lalu, eMarketer mencatatkan total sales e-commerce dunia mencapai US$ 1.771 triliun dan angka tersebut diprediksi akan meningkat lagi menjadi US$ 2.053 triliun di tahun ini.

Selain itu, berdasarkan temuan eMarketer yang dikutip oleh Techinasia pun menyebutkan jika pasar e-commerce Indonesia mencatatkan pertumbuhan terbesar di Asia Pasifik hingga 2017 mendatang.

Menteri Komunikasi Informatika Rudiantara pun mengungkapkan, sampai akhir tahun 2016 ini pemerintah menargetkan nilai transaksi e-commerce Indonesia akan meningkat setidaknya mencapai US$ 22 miliar.

“Tumbuhnya mungkin minimal sekitar 40% di tahun ini. Apalagi dengan kita dorong UKM masuk e-commerce,” katanya di sela-sela press conference Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) (29/2) di Locanda Italian Restauran Panin Center Building, Jakarta.

Saat ini, meski belum mengetahui pasti berapa jumlah UMKM yang masuk ke e-commerce, namun Menteri Rudianto memastikan jika jumlahnya terus meningkat di setiap tahunnya. “Kalau bicara dari Tokopedia saja sudah ada sekitar 500 ribu (UMKM). Dan UMKM itu jangan hanya dilihat yang hanya jualan kerajinan tangan saja,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya, di tahun ini Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. “Tentunya, yang namanya e-commerce tidak lepas dari yang namanya pertumbuhan ekonomi. Itu salah satu yang mendorong tumbuhnya UMKM masuk e-commerce,” tukasnya.

Kemudian, sambung Rudiantara, dengan dikeluarkannya aturan e-commerce protection akan semakin menggairahkan pasar e-commerce di Indonesia.”Pemerintah lewat Kominfo akan mempertimbangkan mengeluarkan semacam aturan sambil nanti menunggu undang-undang. Paling tidak, ada dulu. Jangan sampai perlindungan konsumen itu menjadi telanjang,” ujarnya.

Rudiantara pun mengatakan, UKM di Indonesia telah memberikan kontribusi kepada gross domestic product (GDP) sebesar 56%, sedangkan di Amerika sudah mencapai 60%. “Tapi di Amerika sudah well connected. Digitalisasi sudah jalan di mana-mana,” imbuhnya.

Hal inilah yang menurutnya  menjadi tujuan besar sebenarnya atas hadirnya IESE. “Ini tujuan besar sebenarnya dan perlu waktu memang,” katanya yang juga mengklaim bahwa event besar ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Ini belum pernah ada di Indonesia dan ini pertama kalinya Indonesia melakukan forum ataupun event seperti IESE ini,” tukasnya.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga