Bisnis Update

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Targetkan Ekspor 79 Ribu Mesin ke-5 Negara di Asia

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Targetkan Ekspor 79 Ribu Mesin ke-5 Negara di Asia
Ketarangan Gambar :  (Menteri Saleh Husin disaksikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah belakang) mengamati mesin R-NR/Kemenperin)

Bisnisupdate.com, Karawang ― PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hari ini (7/3) meresmikan pabriknya yang ke-3 di Karawang. Pada kesempatan tersebut turut hadir Menteri Perindustrian Saleh Husin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana, Dewan Komisaris PT TMMIN Johnny Dharmawan dan Wakil Presiden Toyota Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono.

Pabrik dengan kapasitas produksi sebanyak 216 ribu unit per tahun ini akan memproduksi mesin alumunium R-NR berbahan bakar bensin dan ethanol untuk kendaraan penumpang. Dan akan menyerap kurang lebih 1.000 tenaga kerja. Saat ini, TMMIN baru membangun pabrik seluar 20 hektare dari total lahan 150 hektare.

“Mesin buatan Karawang ini bukan hanya untuk pasar Indonesia tetapi juga akan diekspor ke luar negeri,” terang Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami. Dan di tahun ini, sambungnya, rencananya akan diekspor 79 ribu mesin R-NR ke-5 negara di kawasan Asia.

Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation Koei Saga pun mengatakan, ekspansi ini sebagai bukti Indonesia menjadi negara produsen penting, dan basis ekspor bagi produksi kendaraan dan mesin.

Di tahun 2015, Toyota telah menanamkan modal sebesar Rp 5 triliun. Sementara di tahun ini Toyota telah berkomitmen menanamkan modal sebesar Rp 5,4 triliun. Dan dalam kurun waktu hingga 2019 mendatang, Toyota akan menanamkan investasi hingga Rp 20 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah memang tegas mendorong perusahaan industri kendaraan bermotor untuk meningkatkan investasi dan memperdalam struktur industri.

“Dibangunnya pabrik mesin, juga industri komponen dan pelibatan pelaku lokal menunjukkan industri kita semakin ideal. Apalagi orientasinya juga untuk ekspor. Industri otomotif kita on the track dan naik kelas,” kata Menteri Saleh.

Kemenperin pun berharap langkah Toyota saat ini dapat diikuti oleh Agen Pemegang Merek (APM) lain dalam meningkatkan industrinya di Indonesia. Sehingga segera terwujud Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor dan komponen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun tujuan ekspor ke depan.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga