Bisnis Update

Presiden: Teknologi dan Ekonomi Digital adalah Keniscayaan

Presiden: Teknologi dan Ekonomi Digital adalah Keniscayaan
Ketarangan Gambar :  (Presiden Joko Widodo Bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama/repelita.com)

Bisnisupdate.com, California ― Senin (15/2), pada ASEAN-US Summit Reatreat I yang dilaksanakan di Interactive Gallery, Sunnylands Center & Gardens, California, AS, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai jika Special ASEAN-US Summit merupakan kesempatan yang baik guna memperkokoh hubungan antara ASEAN dan Amerika Serikat. Terutama di bidang perekonomian.

Pada kesempatan yang sama presiden pun menekankan dua prioritas yang perlu mendapatkan perhatian ASEAN dan AS, yakni kerjasama UMKM serta teknologi dan ekonomi digital.

Menurut Presiden, di Indonesia sendiri UMKM memiliki daya tahan tinggi yang mampu menopang perekonomian negara. Bahkan saat terjadi krisis global. Namun, ia menekankan bila UMKM kerap menghadapi tantangan. Terutama dalam hal peningkatan kapasitas akses modal dan pendanaan alternatif, akses teknologi, akses pasar global, serta integrasi mata rantai regional dan global.

Karena itu, Presiden Jokowi memandang perlunya kerjasama ASEAN-AS demi memastikan adanya dukungan yang berkelanjutan bagi pengembangan dan ketahanan UMKM. Khususnya untuk mengakses pasar dan alih pengetahuan dari perusahaan besar kepada UMKM.

Presiden pun menekankan bila teknologi dan ekonomi digital adalah sebuah keharusan untuk saat ini. “Teknologi dan ekonomi digital adalah keniscayaan di era digitalisasi,” ujar Presiden Jokowi. Dan, menurutnya, setiap Pemerintah harus memastikan bahwa era (digital) ini akan membawa manfaat bagi rakyat. Khususnya UMKM. “UMKM harus mendapat akses terhadap teknologi dan ekonomi digital,” imbuhnya.

Presiden pun menyatakan jika Indonesia memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar pada tahun 2020. “Saya percaya kerjasama ini dapat mempersempit gap pembangunan di antara negara ASEAN,” tutup Presiden dalam penyampaian pendapatnya di Reatreat I.

Kerjasama UMKM perlu diarusutamakan, karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN. Sekitar 88,8% – 99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah UMKM, dan menyerap sekitar 51,7% – 97,2% tenaga kerja di ASEAN.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga