Bisnis Update

Penjualan Naik 20 Persen, Industri Keramik Nasional Prospektif

Penjualan Naik 20 Persen, Industri Keramik Nasional Prospektif
Ketarangan Gambar :  (Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto didampingi Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam Kemenperin Toeti Rahajoe (kanan) meninjau stand peserta Pameran Keramika 2016 di Jakarta/Kemenperin)

Bisnisupdate.com, Jakarta_____Sejak Januari 2016, nilai penjualan keramik mengalami kenaikan sebesar 15-20 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut karena dimulainya proyek pembangunan infrastruktur dan properti yang banyak menggunakan produk keramik. 

“Untuk jenis tile atau ubin banyak dibutuhkan untuk pembangunan properti, seperti pada program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah,” kata Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto pada pembukaan Pameran Keramika 2016 di Jakarta, Kamis (17/3).

Di samping itu, menurut Harjanto, industri keramik nasional dalam jangka panjang masih cukup prospektif seiring pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus membaik. “Kami juga terus berupaya meningkatkan konsumsi keramik perkapita yang masih sekitar 2 m2, sedangkan negara-negara ASEAN lainnya sudah diatas 3 m2,” tuturnya. 

Dengan didukung jumlah penduduk mencapai 254,9 jutajiwa serta prospek pembangunan properti dan konstruksi yang terus berkembang, Harjanto meminta kepada pelaku industri keramik nasional agar memanfaatkan peluang pasar tersebut.

“Selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri keramik kita juga harus mampu memperluas ke pasar ekspor dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya. Pada tahun 2015, produksi industri keramik nasional sebesar350 juta meter persegi, dimana sebanyak 87 persen diserap pasar lokal dan sisanya 13 persen di ekspor.

Harjanto menyampaikan, industri keramik di Indonesia telah berkembang dengan baik selama lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu sektor unggulan dengan dukungan ketersediaan bahan baku yang melimpah.

 “Industri keramik nasional juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produsen keramik negara lain, yaitu tersedianya deposit tambang sebagai bahan baku keramik yang cukup besar yang tersebar di berbagai daerah seperti ball clay, feldspar dan zircon maupun energi gas sebagai bahan bakar proses produksi,” paparnya. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadi keuntungan dalam upaya meningkatkan daya saing produk keramik nasional.

 “Untuk itu, melalui penyelenggara pameran ini, Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) serta pihak-pihak yang berpartisipasi dapat terus memberikan kontribusi dalam pengembangan industri keramik nasional,” tegasnya.

 

Menurut Ketua Umum ASAKI Elisa Sinaga, Pameran Keramika 2016 yang diselenggarakan bersamaan dengan pameran MEGABUILD Indonesia pada tanggal 17-20 Maret 2016 ini selain untuk mempromosikan produk keramik Indonesia, juga akan membawa industri keramik Indonesia bersaing di pasar global dengan produknya yang berkualitas dan inovatif.

“Kami juga menampilkan industri pendukung berupa teknologi dan bahan baku. Untuk itu, pameran ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran informasi dan transaksi bisnis antara pengusaha dan pengguna produk keramik dalam dan luar negeri,” paparnya.

 Yunus

Salles Ngepet



X
Baca Juga