Bisnis Update

Pengembangan Kerajinan Mampu Dorong Lapangan Kerja

Pengembangan Kerajinan Mampu Dorong Lapangan Kerja
Ketarangan Gambar :  (Pembukaan Jakarta International Handicraft Trade Fair INACRAFT 2016/Kemenperin)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― International Handicraft Trade Fair INACRAFT 2016 hari ini resmi dibuka. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta (20/4). Selain itu, turut hadir Menteri Perindustrian Saleh Husin, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla secara khusus mengatakan bahwa pengembangan kerajinan membutuhkan inovasi, kreativitas dan ketelitian. “Harapan kita adalah industri kerajinan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekspor. Inovasi dan kreasi diperlukan dengan pendekatan berpikir tentang kesukaan atau selera pasar. Dan bukan hanya memproduksi berdasarkan kesukaan sendiri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Saleh Husin pun mengatakan, industri membutuhkan siklus produksi, baik proses, ketersediaan bahan baku maupun pelaku. Dengan semakin tumbuhnya industri kerajinan maka lapangan kerja jadi terbuka. “Dari sinilah pelan-pelan tapi pasti terjadi regenerasi perajin,” ungkapnya.

Menurut Menteri Saleh, pesatnya industri kecil dan menengah berpeluang mengubah posisi seorang pengrajin mengembangkan usaha sendiri dan merekrut karyawan. Transfer pengetahuan dan keterampilan pun terjadi seiring pasar yang berkembang. Sehingga produk kerajinan terus berinovasi.

“Kalau kita lihat dari dekat, mereka mempekerjakan saudara, tetangga, bahkan merekrut tenaga kerja di lingkungan yang lebih jauh. Artinya, lapangan kerja tercipta di daerah-daerah dan ekonomi berkembang,” tukasnya.

Di tahun ini, pameran yang digelar oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) yang bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi telah diikuti oleh 1.400 peserta perusahaan kerajinan, baik produsen maupun eksportir yang menempati seribu lebih gerai.

Pada pameran yang akan berlangsung hingga 24 April telah mencatat peningkatan jumlah peserta individu sebanyak 849 stan dan 359 stan dinas, BUMN 117 stan dan 8 stan yang merupakan peserta luar negeri, yaitu Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India dan Syria.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga