Bisnis Update

Penasaran Bagaimana Vaksin Didistribusikan?

Oleh :   Rabu, 20 Juli 2016   Viewer bisnisupdate.com  291 Hits
Penasaran Bagaimana Vaksin Didistribusikan?
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi )

Kasus vaksin palsu telah meresahkan masyarakat. Aksi saling tuding dari pihak terkait pun dimulai. Hingga pada akhirnya masyarakat pun penasaran, seperti sih apa pola distribusi vaksin itu dilakukan.

Vaksin merupakan produk yang tidak boleh dijual bebas. Di Indonesia, ada PT Bio Farma yang memroduksi vaksin. Vaksin buatan dalam negeri ini digunakan oleh pemerintah untuk program imunisasi nasional yang diberikan secara gratis.

Menurut Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri PT Bio Farma, Drajat Alamsyah, tak hanya proses produksi, pendistribusian vaksin pun dilakukan secara khusus. Pengiriman vaksin menggunakan sistem cold chain untuk menjaga suhu vaksin. "Dengan demikian, pengiriman vaksin mulai dari Bio Farma sampai konsumen akhir tetap terjaga," katanya.

Alam menjelaskan, untuk sektor pemerintah, vaksin buatan Bio Farma langsung dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi. Dinas Kesehatan Provinsi kemudian menyalurkan vaksin ke Dinkes Kota/Kabupaten. Setelah itu, Dinkes Kota/Kabupaten menyalurkannya ke Puskesmas atau Posyandu hingga akhirnya ke pasien.

Tak hanya sektor pemerintah, swasta pun bisa mendapat vaksin dari Bio Farma. Untuk swasta, Bio Farma mendistribusikannya lewat Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bio Farma pun selalu melakukan audit setiap tahunnya.

Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma M Rahman Rustan menambahkan, kualitas vaksin buatan dalam negeri pun tak kalah dengan vaksin impor. Bahkan, Bio Farma juga mengekspor vaksin ke 132 negara.

Menurut laporan laman berita Tribunnews, ada empat PBF atau distributor resmi produk vaksin Bio Farma. Keempatnya, yaitu PT Indofarma Global Medika, PT Rajawali Nusindo, dan PT Sagi Capri. Sementara itu, khusus untuk tender melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Untuk menghindari vaksin palsu, fasilitas layanan kesehatan harus mendapat vaksin dari produsen dan distributor resmi. BPOM sendiri sebelumnya menemukam 37 fasilitas layanan kesehatan yang membeli vaksin dari sumber tidak resmi.

 

Salles Ngepet



X
Baca Juga