Bisnis Update

Pelabuhan Kunyit Bakal Dibangun

Oleh :   Rabu, 20 Juli 2016   Viewer bisnisupdate.com  222 Hits
Pelabuhan Kunyit Bakal Dibangun
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi )

Pemerintah rupanya sangat serius untuk membangun infrastruktur. Salah satunya adalah program pembangunan pelabuhan internasional di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Pontianak. Untuk merealisasikan pelabuhan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II telah ditunjuk pemerintah.

Pembangunan pelabuhan internasional ini, telah pada tahap sosialisasi dan akan segera dibangun. hal tersebut terungkap saat Direktur Komersial dan Pengembangan Perusahan PT Pelindo II, Saptono Rahayu Irianto, bertandang ke Sungai Kunyit dan menyambangi masyarakat serta pemilik lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan pelabuhan Selasa (14/6).

Pada kesempatan itu, Saptono meminta dukungan warga agar Pelindo II dapat melaksanakan tugas dari pemerintah pusat untuk merealisasikan dan mengelola pelabuhan internasional di Sungai Kunyit. Ia menerangkan Pelindo II, di mana Pontianak masuk ke dalam wilayah pengelolaannya, mempunyai beberapa program pengembangan pelabuhan.

Hal itu sesuai dengan program pemerintah, yakni meningkatkan sektor maritim. Menurutnya, pemerintah berfokus pada upaya menekan biaya logistik agar terjangkau. Untuk itu, maka jalur maritim dari barat ke timur harus siap infrastrukturnya.

“Maka Pelindo II punya beberapa program untuk mendukung program pemerintah mengenai pengembangan sektor maritim. Adapun program-program pemerintah yang dilakukan oleh Pelindo II adalah pengembangan pelabuhan Sorong di Papua, pengembangan pelabuhan di Palembang, dan pengembangan pelabuhan di Kalimantan Barat yaitu di Kijing,” tuturnya.

Dia menyebut kesemua program itu sudah masuk ke dalam program percepatan infrastruktur pemerintah. Untuk saat ini, ia mengungkapkan, Pelindo II mengutamakan proyek pembangunan pelabuhan Kijing. Hal tersebut disebabkan beberapa hal. Pertama, Pontianak sebagai salah satu dari 12 wilayah operasional Pelindo II hanya memiliki pelabuhan sungai yang mempunyai keterbatasan kedalaman. Dengan kondisi tersebut hanya kapal-kapal kecil yang bisa masuk. “Padahal dunia luar sekarang kapal-kapalnya besar,” ujarnya.

Jika tidak dapat memilih lokasi lain yang punya kedalaman cukup, maka pelabuhan bersangkutan akan kalah bersaing. Kalau kalah bersaing, maka kalah pula dalam mencari kesempatan mengembangkan ekonomi di wilayah terkait. “Oleh sebab itu Pelindo II merencanakan untuk memindahkan pelabuhan Pontianak yang berupa pelabuhan sungai menjadi pelabuhan laut. Mengapa kita memilih laut? Karena laut memberikan kedalaman yang cukup. Salah satu alternatif yang dipilih adalah di Kijing Kabupaten Mempawah,” terangnya.

Saptono menyebut pelabuhan internasional Sungai Kunyit sebagai salah satu solusi pengembangan ekonomi Kalimantan Barat untuk bisa terbebas dari keterbatasan-keterbatasan yang ada. Kalimantan Barat, dia menyebut, punya sejumlah potensi agroindustri. Kelapa sawit salah satunya. Menurut dia, berdasarkan studi konsultan, produksi kelapa sawit yang pesat merupakan salah satu potensi kargo yang bisa ditangani di pelabuhan Kijing. Dengan adanya potensi pengembangan produk turunan kelapa sawit, maka peluang ekspor terbuka dan kesemuanya itu membutuhkan tenaga kerja. “Jadi ini prospek ke depan,” ucapnya.

Ia menuturkan dengan komoditas utama di Kalimantan Barat seperti Crude Palm Oil (CPO), bauksit, timber, dan rubber yang tersebar dari wilayah utara sampai selatan, maka diproyeksikan terjadi pertumbuhan kargo. Di tahun 2016 saja, tercatat sekitar 7,6 juta ton kargo. Diperkirakan 15 tahun mendatang jumlah kargo bakal meningkat menjadi 53 juta ton. Untuk mengakomodasi 7,6 juta ton saja, pelabuhan Pontianak sudah kewalahan.

“Ini pada tahun 2030 atau 15 tahun dari sekarang. Volume ini akan menjadi tujuh kali lipat. Bayangkan turunannya akan berapa kali besarnya? Jadi mudah-mudahan ini bisa tercapai di mana ganti untungnya adalah kesempatan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan di Kalimantan Barat khususnya di Mempawah,” jelasnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menyebut Mempawah sebagai daerah yang istimewa. Meski mengecil secara geografis sebagai dampak dari dua kali pemekaran wilayah, ia menilai Mempawah tinggal menunggu waktu untuk menjadi pusat perekonomian.

“Pusatnya nanti di sini. Pusat kehidupan pelabuhan yang akan mewadahi seluruh Kalimantan Barat. Karena nanti pelabuhan Pontianak akan pindah. Ini nanti akan banyak sekali efeknya di bidang ekonomi,” sebutnya.

Menurutnya, pembangunan infastruktur di Mempawah maju pesat. Di antaranya berupa pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Kecamatan Segedong, pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan di Kecamatan Mempawah Timur, dan pelabuha internasional di Kecamatan Sungai Kunyit.

“Bayangkan Mempawah bisa menjadi pusatnya. Sebentar lagi kita dengan Pelindo akan membangun pelabuhan internasional dengan anggaran triliunan. Karena itu saya berpesan agar masyarakat banyak bersyukur. Selain itu tentu saja mendukung penuh pembangunan ini.

“Kita punya sawit mungkin dua tahun ke depan sudah mencapai 1,5 juta hetare. Sekarang saja sudah 1,2 juta hektare. Ekspor VCO kita luar biasa, tapi pajak ekspornya tidak masuk ke kita. Itu karena kita tidak punya pelabuhan ekspor. Jadi kalau Pelindo bisa realisasikan ini, keuntungan luar biasa bagi daerah kita, bukan saja Mempawah,” terangnya.

Bupati Ria Norsan menyebut pengaruh keberadaan pelabuhan internasional sangat besarterhadap pembangunan Kabupaten Mempawah. Jika pembangunan terealisasi, Kecamatan Sungai Kunyit kelak bisa lebih besar daripada kota Mempawah.

“Karena pelabuhan itu ibaratnya gula. Kalau sudah ada gulanya, tanpa disuruh pun semut akan datang. Jadi kalau sudah ada pelabuhan, berbagai investor akan tumbuh. Otomatis kebutuhan akan tenaga kerja akan besar. Nah, mudah-mudahan tenaga kerja ini nantinya adalah warga yang ada di Sungai Kunyit dan sekitarnya,” jelasnya.

Salles Ngepet



X
Baca Juga