Bisnis Update

Pacu Kinerja, Alasan Utama Reshufle Kabinet

Oleh :   Rabu, 27 Juli 2016   Viewer bisnisupdate.com  241 Hits
Pacu Kinerja, Alasan Utama Reshufle Kabinet
Ketarangan Gambar :  (Dok setkab.go.id/bisnisupdate.com)

Ditengah tuntutan efektifitas dan soliditas Pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, tuntutan rakyat agar kinerja kabinet semakin solid dan lebih cepat dirasakan oleh rakyat, maka dirinya selalu ingin berusaha maksimal agar Kabinet Kerja bisa saling mendukung, sehingga hasilnya nyata dalam waktu yang secepat-cepatnya.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, hari ini saya dan Wakil Presiden memutuskan melakukan perombakan Kabinet Kerja yang kedua. Kami melakukan pergeseran beberapa menteri dan ketua lembaga,” kata Presiden dalam keterangan pers bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7) siang.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi mengumumkan perombakan Kabinet Kerja, yang meliputi pergeseran terhadap 4 (empat) menteri, yaitu: 1. Luhut Binsar Pandjaitan (dari Menko Polhukam menjadi Menko Kemaritiman); 2. Bambang Brodjonegoro (dari Menteri Keuangan menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas); 3. Sofyan Djalil (dari Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang); dan 4. Thomas Trikasih Lembong (dari Menteri Perdagangan menjadi Kepala BKPM).

Selain itu untuk penyegaran, Presiden Jokowi menunjuk 9 (sembilan) menteri baru dalam Kabinet Kerja kali ini, yaitu: 1.Wiranto (Menko Polhukam); 2. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan); 3. Eko Putro Sanjoyo (Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi); 4. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan); 5. Muhajir Efendi (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan); 6. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan); 7. Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian); 8. Archandra Tahar (Menteri ESDM); dan 9. Asman Abnur (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).

Fleksibel, Solid, Hasil Nyata Dalam waktu Singkat

Dalam pengantarnya sebelum mengumumkan perombakan kabinet, Presiden Jokowi mengatakan, menenjelang 2 (dua) tahun pemerintahan, kita menghadapi tantangan-tantangan yang tidak ringan. “Kita harus menyelesaikan masalah kemiskinan, kita harus mengurangi kesenjangan ekonomi yang kaya dengan yang miskin, kesenjangan antarwilayah. Inilah masalah yang harus kita percepat penyelesaiannya, karena itu, butuh tim kabinet yang solid, fleksibel, dan bisa menunjukkan hasil nyata dalam waktu yang singkat,” ujarnya.

Presiden menambahkan, kita harus memperkuat ekonomi nasional untuk menghadapi tantangan-tantangan ekonomi global, tantangan ekonomi dunia yang sedang melambat sekaligus penuh persaingan, penuh kompetisi.

“Kita harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk rakyat, untuk mengurangi pengangguran, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata dan berkualitas,” tegas Presiden.

Diakui Presiden, bahwa tantangan-tantangan terus berubah dan membutuhkan kecepatan dalam bertindak, kecepatan dalam memutuskan. “Kita harus bertindak yang langsung dirasakan oleh rakyat, yang dinikmati oleh rakyat dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang,” terang Presiden.

Seperti dirilis di website resmi Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi menegaskan, dirinya selalu ingin berusaha maksimal agar Kabinet Kerja bisa bekerja lebih cepat, lebih efektif, bekerja dalam tim yang solid, yang saling mendukung, sehingga hasilnya nyata dan dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Presiden menekankan, bahwa semangat perombakan Kabinet Kerja ini adalah penguatan kinerja pemerintahan, kabinet yang bekerja cepat, dalam tim yang solid dan kompak, kabinet yang bekerja untuk rakyat, memberikan manfaat yang nyata, dan dirasakan oleh rakyat.

 

Salles Ngepet



X
Baca Juga