Bisnis Update

Menperin Targetkan Tiga Sasaran Pembangunan Industri Kelak

Menperin Targetkan Tiga Sasaran Pembangunan Industri Kelak
Ketarangan Gambar :  (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perindustrian 2016/Kemenperin)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Sektor industri di Indonesia berperan penting bagi perekonomian nasional. Sektor ini bahkan dinilai menjadi motor dan pilar pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

"Dibutuhkannya pertumbuhan sektor perindustrian karena sektor ini melahirkan devisa dari aktivitas ekspor dan kemampuannya menyerap angkatan kerja," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Rapat Kerja Kementerian Perindustrian di Jakarta (16/2).

Menurutnya, peran perindustrian bahkan tidak dapat tergantikan sebagai pilar ekonomi. Darmin menuturkan ada tiga hal mengapa industry begitu penting. Pertama, menyerap tenaga kerja dari jenis industri padat karya, padat modal hingga industri yang membutuhkan pengetahuan dan berbasis teknologi tinggi.

Kedua, industri memiliki produktivitas relatif tinggi. Dan ketiga, mampu melahirkan keterkaitan dan memasok kebutuhan bagi sektor lainnya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin pun mengungkapkan sasaran pembangunan industri di tahun 2019 ialah meningkatkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 8,4%, meningkatkan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB sebesar 19,4%, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor industri sebesar 17,8 juta.

Sumber daya industri juga akan didorong demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor industry, yakni rata-rata 600 ribu orang per tahun, pertumbuhan 20 ribu wirausaha baru industri kecil dan 4.500 usaha baru industri skala menengah, dan sertifikasi tenaga kerja dan calon tenaga kerja.

Kebutuhan modal yang besar untuk mengembangkan industri hulu dan hilir juga menjadi konsentrasi Kemenperin. Untuk itu diperlukan penyediaan sumber pembiayaan industri melalui penanaman modal pemerintah dalam pembangunan industri hulu dan industri strategis. Juga pemberian subsidi bunga pinjaman bagi industri prioritas.

Kemenperin telah menetapkan 10 industri prioritas, yakni industri pangan; farmasi, kosmetik, alat kesehatan; tekstil, kulit, alas kaki dan aneka; alat transportasi; elektronika dan telematika; pembangkit energi; barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri; industri hulu agro logam dasar dan bahan galian bukan logam; serta kimia dasar berbasis migas dan batubara.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga