Bisnis Update

Menperin Optimis Industri Hulu Kimia Indonesia Menarik Investor Global

Menperin Optimis Industri Hulu Kimia Indonesia Menarik Investor Global
Ketarangan Gambar :  (Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Kepala BKPM Franky Sibarani menunjuk lokasi perluasan pabrik PT Asahimas Chemical/Kemenperin.go.id)

Bisnisupdate.com, Cilegon ― Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, produksi industri hulu kimia penghasil bahan baku terus meningkat. Penanaman investasi yang dilakukan pelaku usaha juga menunjukkan bila industri hulu Kimia Indonesia semakin menarik bagi perusahaan global.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Saleh Husin ketika berkunjung bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani ke pabrik PT Asahimas Chemical di Cilegon, Banten (12/2).

"Jika industri hulu seperti Asahimas menambah produksi, mengekspor dan membangun pembangkit, itu bukti konkret bahwa aktivitas industri kita berputar karena pemakai produknya adalah para industri hilir yang sangat banyak," kata Menteri Saleh Husin.

Pada kunjungan Menteri Saleh Husin dan Kepala BKPM Franky Sibarani tersebut, turut hadir Komisaris Asahimas Chemical  Benny Suherman, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Asisten Daerah Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, serta CEO and President Asahi Glass Corp. Jepang Takuya Shimamura.

Asahimas sendiri tengah membangun fasilitas produksi yang terpadu dari proses klor alkali hingga proses polivinil klorida. Kompleks tersebut memproduksi bahan-bahan kimia dasar yang sangat diperlukan oleh banyak industri hilir.

"Komplek yang terintegrasi di Cilegon ini juga menunjukkan pelaku industri hulu kita memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Sehingga, proses peningkatan nilai tambah tetap berada di sini," ulasnya.

Saat ini perusahaan mengoperasikan fasilitas produksi yang terintegrasi dari Klor Alkali hingga PVC, yang merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Asahimas memiliki tiga jenis pabrik yang dibangun di lahan seluas 91 hektar. 

Asahimas Chemical saat ini juga tengah melakukan perluasan pabrik, menggelar ekspor perdana dan di tahun 2016 ini membangun pembangkit listrik 250 MW. Ekspansi ini didanai dengan investasi USD 885 juta atau sekitar Rp 12,4 triliun. Realisasi investasi seperti ini, menurut Menteri Saleh, memperkuat optimisme proyeksi sektor manufaktur termasuk kimia dasar menjadi motor penggerak pertumbuhan non migas 2016.

Menteri Saleh pun mengatakan, pemerintah mengapresiasi kontribusi Asahimas lantaran turut memproduksi produk substitusi impor, menambah lapangan kerja, transfer pengetahuan dan teknologi serta menghemat devisa.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga