Bisnis Update

Manfaatkan Jaringan Medsos, Mendag Harapkan Adanya Dampak Luas

Manfaatkan Jaringan Medsos, Mendag Harapkan Adanya Dampak Luas
Ketarangan Gambar :  (Media Social Icon/offerpop.com)

Bisnisupdate.com ― Dalam pembukaan Rapat Kerja Kementrian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta (27/1), Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menegaskan, jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan perwakilannya di luar negeri harus melakukan percepatan perdagangan dengan menggunakan jaringan media sosial (medsos).

Menteri Tom Lembong juga memastikan kelanjutan deregulasi dan debirokratisasi dengan harapan terjadi dampak yang besar dan luas (big bang) di sektor perdagangan barang dan jasa guna menunjang kemajuan ekonomi nasional.

Raker dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri Perwakilan Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI M. Farid Al Fauzi.

"Saya meminta Bapak dan Ibu seluruh Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) serta Kepala Dinas di Provinsi maupun Kota/Kabupaten untuk mulai memahami lebih dalam mengenai medsos bukan untuk hiburan semata, tapi lebih pada pemanfaatan untuk menggapai dunia luar dan mempromosikan produk dan jasa kita,” ujar Menteri Tom Lembong.

Dengan internet, sambungnya, tidak ada lagi batas yang jelas dari satu negara dengan negara yang lain, jadi artinya pasar kita adalah dunia. “Manfaatkan hal tersebut,"tegas Menteri Tom Lembong.

Mendag pun menyatakan telah meminta Kepala Pusat Humas untuk mengelola grup Facebook (FB) agar dapat saling menginspirasi dan saling berbagi ilmu, bertukar pikiran, serta berkomunikasi.

"Saya baru saja kembali dari Annual Meeting World Economic Forum di Davos, yang tahun ini bertemakan Fourth Industrial Revolution, yaitu bagaimana revolusi industri mengubah pola produksi, distribusi dan konsumsi. Serta bagaimana menghadapi tantangan yang akan datang," ungkapnya.

Menurut Mendag, dunia saat ini memfokuskan diri menghadapi revolusi industri. Peran artificial intelligence, robot, teknologi, media sosial, dan penggunaan cyber system akan berada di tengah-tengah masyarakat. "Indonesia dalam hal ini tidak boleh berpangku tangan, tapi harus beradaptasi dan mencoba masuk dalam dinamika baru tersebut," katanya.

Melalui media sosial, Mendag akan melakukan percepatan di semua sektor perdagangan, termasuk melanjutkan proses deregulasi dan debirokratisasi.

"Saya akan melanjutkan momentum program rasionalisasi dan penyederhanaan regulasi. Tahun ini akan terus bergulir, bahkan akan semakin gencar dan memiliki dampak yang luas. Deregulasi dan debirokratisasi ini penting agar tercipta iklim bisnis dan investasi yang kondusif di Indonesia,"tegasnya.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga