Bisnis Update

Lamudi Berikan Gambaran dan Statistik Properti Pasar Lokal

Lamudi Berikan Gambaran dan Statistik Properti Pasar Lokal
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi Whitepaper/lamudi.co.id)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Hari ini (3/2) Lamudi, sebuah portal properti global yang berfokus pada negara-negara berkembang, telah merilis sebuah whitepaper untuk menyediakan pemahaman yang mendalam serta analasis pasar real estate Indonesia yang sedang berkembang.

Laporan ini merupakan pandangan mendalam pada sektor real estate di Indonesia dengan memberikan gambaran pasar lokal dan beberapa data statistik yang mengejutkan.

Seperti yang ditulis oleh Lamudi.co.id dalam press release, menurut sebuah laporan terbaru oleh Buzzcity, 65% pengguna internet di Indonesia mengakses website melalui smartphone. Hal itu tentu menjadi sebuah tantangan untuk perusahaan-perusahaan real estate yang sekarang memerlukan perubahan pada aplikasi untuk memfasilitasi perilaku konsumen yang berbeda.

Laporan ini pun membahas masalah investasi oleh orang asing dan menyinggung fakta bahwa Singapura adalah investor terbesar dengan angka mengejutkan, yaitu $ 1,23 miliar. Sementara di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Jepang dan Korea Selatan.

Lebih lanjut mengenai laporan tersebut:

Menyasar demografi tertentu dengan pertanyaan yang diajukan kepada responden survei, “Siapa yang membuat keputusan tentang real estate di keluarga Anda?” Menariknya, sekitar 58,9% menjawab biasanya itu adalah keputusan bersama. Golongan umur antara 25-34, mendominasi pencarian properti online, dengan lebih dari setengah populasi di bawah umur 35.

Pada bab perubahan aturan hukum, laporan ini memberitakan peraturan baru yang membolehkan warga asing yang tinggal di Indonesia untuk memiliki properti. Serta memperingatkan pemerintah untuk memonitor perubahan dengan cermat akibat berjalannya peraturan baru ini, agar tidak menimbulkan Gelembung Udara Properti atau ‘Property Bubble’.

Laporan ini juga memilih Bandung sebagai hotspot untuk berinvestasi, sebab banyaknya pelajar yang datang untuk menempuh pendidikan tinggi di sana. Ketua Kantor Perwakilan Keuangan dan Ekonomi Statistik Bank Indonesia Wahyu Ari Wibowo, belum lama ini mengatakan kepada Sindonews bahwa meskipun kenaikan harga properti terjadi di Bandung, namun permintaan pemukiman tetap bertambah.

Laporan ini diakhiri dengan prediksi untuk tahun 2016. Masyarakat kelas menengah diharapkan bisa menstimulasi sektor ini. Data World Bank pun menunjukkan kelas menengah sedang bertumbuh, dari nol persen pada tahun 1999 sampai 6,5% di tahun 2011 dan ini menunjukkan peluang yang signifikan.

Keanggotaan Masyarakat Ekonomi Asean juga akan meningkatkan sektor real estate lokal pada tahun 2016, yang disebabkan oleh perubahan aturan hukum terbaru tentang hukum kepemilikan properti orang asing, dan implementasi sejumlah inisiatif pemerintah seharusnya bisa mendorong pertumbuhan pasar yang lebih cepat di tahun mendatang.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga