Bisnis Update

Kusrin Kini Dibantu Kemenperin Patenkan Produknya

Kusrin Kini Dibantu Kemenperin Patenkan Produknya
Ketarangan Gambar :  (Johan Budi (Kiri) bersama Kusrin, Menteri Saleh dan Siti Aminah di Istana Negara/kemenperin.go.id))

Bisnisupdate.com ― Senin lalu (25/01) di Istana Negara Presiden Joko WIdodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin menyambut Muhammad Kusrin, perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang produknya sempat dinilai ilegal karena televisi rakitannya tak berizin.

Namun pada pertemuan kali ini Presiden mengapresiasi dan kagum pada kreativitas pria berusia 37 tahun itu, yang juga hanya lulusan SD. Apresiasi Presiden tidak lain soal kualitas produk kemasan tv yang dinilai menarik. Lebih lagi Kusrin telah menyematkan mereknya sendiri, yakni Maxreen, Veloz dan Zener.

Menurut Menteri Saleh Husin, Presiden meminta Kusrin dibantu dalam pengurusan paten merek tv. Selain itu, pihak Perbankan juga diharapkan memberikan kemudahan dan bantuan kredit modal kepada Kusrin, seperti melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bantuan permodalan itu untuk Kursin dan juga industry perakitan elektronik serta IKM lainnya. Karena banyak ‘Kusrin-Kusrin’ lainnya. Kemarin di Kemenperin disampaikan rekan-rekan ‘seprofesi’ sesame pengusaha kecil perakitan ada sekitar 25 usaha di Karanganyar,” ujar Menteri Saleh usai mendampingi Presiden.

Menteri Saleh pun mengungkapkan, selama ini Presiden sering memberi perhatian terhadap pengusaha kecil seperti Kusrin. Dan Kementrian Perindustrian, sambungnya, akan terus membina dan memberi arahan pengembangan usaha UD Haris Elektronik milik Kusrin, sehingga nilai jualnya akan lebih meningkat.

“Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin akan membantu pengurusan paten televisi-televisi produk Kusrin,” kata Menteri Saleh.

Pada 19 Januari lalu, Menperin telah menyerahkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda – Standar Nasional Indonesia (Sertifikat SNI) kepada Kusrin untuk produk televise rakitan jenis tabung atau cathode ray tube (CRT).

Segmen pasar televisi Maxreen ini adalah tersendiri, sehingga tidak bersentuhan dengan segmen pasar produk pabrikan. "Pangsa pasarnya menengah ke bawah, karena dijual per unit Rp 400-500 ribu. Produksi setiap hari kira-kira hingga 150 unit," ucap Menperin. ‎

Kusrin juga berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang pemasarannya. ‎"N‎anti di Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta," ucap Kusrin yang didampingi istrinya Siti Aminah. Ke depan, ia pun berencana merakit televisi LED, tapi hingga saat ini permintaannya masih banyak pada televisi tabung.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga