Bisnis Update

Kepala Bappebti Harapkan Pelaku Usaha Manfaatkan Dua Sistem Transaksi Multilateral

Kepala Bappebti Harapkan Pelaku Usaha Manfaatkan Dua Sistem Transaksi Multilateral
Ketarangan Gambar :  (Kemendag/aktual.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ―Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi mengharapkan para pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan dua sistem operasional yang digunakan dalam transaksi multilateral.

“Saya harapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan salah satu atau kedua sistem tersebut untuk melakukan transaksi kontrak berjangka multilateral,” ujar Bachrul Chairi di Jakarta (30/3). Dua sistem yang dimaksud ialah Jakarta Futures Exchange Trading System Client Online Trading (Jafets Colt) yang dimiliki oleh Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Smart Trader yang dimiliki oleh Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Kedua sistem operasional transaksi kontrak berjangka multilateral tersebut sebelumnya sudah diperkenalkan kepada para peserta Pelatihan Teknis Pelaku Usaha Perdagangan Berjangka di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan bertema “Peningkatan Transaksi Kontrak Berjangka Multilateral” ini dinilai strategis dalam meningkatkan transaksi.

Dalam pelatihan tersebut, Bachrul Chairi optimis optimalisasi pendidikan dan pemberdayaan pelaku usaha akan meningkatan keahlian sumber daya manusia dan akan mendorong peningkatan transaksi multilateral.

Menurut Bachrul, pendidikan dapat dilakukan dalam bentuk sosialisasi, workshop, serta sarana promosi mengenai manfaat perdagangan berjangka komoditi. Sementara, menurutnya, pemberdayaan perlu diarahkan kepada peningkatan kemampuan para pelaku usaha.

Berdasarkan data Bappebti, tren perdagangan berjangka memperlihatkan peningkatan volume maupun share transaksi multilateral dari tahun ke tahun. Namun, peningkatan tersebut tidak signifikan. Hal ini disebabkan jumlah perusahaan pialang berjangka yang melakukan kewajiban transaksi multilateral masih relatif rendah.

Pada periode Januari-Desember 2015, tercatat masih terdapat 20 perusahaan pialang berjangka yang tidak memenuhi aturan transaksi kontrak berjangka di atas 5% dan 3.500 lot. Khusus pialang berjangka di wilayah Sumatera yang berjumlah 49, baru 26 kantor cabang yang sudah melaksanakan transaksi multilateral dengan volume transaksi sebesar 64.778 lot. Sementara itu, 23 kantor cabang lainnya belum melakukan transaksi multilateral.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga