Bisnis Update

Kenaikan cukai sebesar 11,5% ditentang oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI)

Oleh :   Kamis, 18 Agustus 2016   Viewer bisnisupdate.com  183 Hits
Kenaikan cukai sebesar 11,5% ditentang oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI)
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi cukai Tembakau/Bisnisupdate.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta -  Kenaikan cukai sebesar 11,5% ditentang oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Menurut Soeseno Ketua Umum APTI, kebijakan tersebut dinilai berpotensi menurunkan banyaknya produksi rokok.

"Kenaikan cukai pada tahun ini menyebabkan volume industri hasil tembakau (IHT) menurun sebesar 4,8 % pada semester satu tahun 2016,” jelasnya, Kamis (18/8).

Sementara itu, dampak dari hal tersebut membuat daya serap industri terhadap tembakau turun sekitar 15% dibandingkan tahun lalu.

Menurut studi Universitas Airlangga pada 2013, rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani tembakau per satu hektar lahan adalah sebesar Rp 20 juta, lebih tinggi daripada pendatapan petani padi, jagung, dan bawang merah, yang rata-rata hanya mendapatkan Rp 8 juta, Rp 3 juta, dan Rp 2,3 juta.

Selain itu, adanya penerapan kenaikan cukai ini juga akan menurunkan daya beli konsumen. Alhasil, selama lima tahun terakhir tercatat sekitar 1.200 pabrik rokok bangkrut.

Soeseno khawatir kebijakan tersebut akan membuat perdagangan rokok ilegal menjadi merajalela. Berdasarkan hasil studi Universitas Gadjah Mada dan Direktorat Bea dan Cukai pada 2014, belakangan diketahui perdagangan rokok ilegal mencapai 11,7% dan merugikan negara hingga Rp 9 triliun.

Makanya, APTI meminta pemerintah membuat kebijakan cukai yang rasional, berimbang faktor kesehatan dan suasana bisnis IHT. Sebagai informasi, komoditas perkebunan tembakau adalah komoditas yang paling menguntungkan.

Salles Ngepet



X
Baca Juga