Bisnis Update

Kemenperin Dorong Perkembangan Bisnis Industri Penunjang Perkeretaapian

Kemenperin Dorong Perkembangan Bisnis Industri Penunjang Perkeretaapian
Ketarangan Gambar :  (Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan (Kiri) dan Ketua Umum Indonesia Railway Component Manufacturer Association (IRMA) Tony Budi Santosa di Kementerian)

Bisnisupdate.com, Jakarta­â€•Untuk mempercepat pelaksanaan visi dan misi Nawa Cita, Kementerian Perindustrian tengah menyusun peta panduan atau roadmap bisnis industri penunjang perkeretaapian di Indonesia demi pemerataan pembangunan industri.

Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait termasuk pelaku industri.

“Kami akan menyusun produk komponen-komponen apa saja yang akan dikuasasi dalam jangka waktu tertentu baik yang sifatnya tahunan, lima tahunan sampai pada 25 tahun kedepan,” kata Putu dalam sambutannya pada acara Deklarasi Indonesia Railway Component Manufacturer Association (IRCMA) atau Asosiasi Industri Penunjang Perkeretaapian Indonesia, di Jakarta (10/2).

Selain itu, imbuhnya, melalui asosiasi ini, Putu berpesan agar segera diidentifikasi potensi dan kemampuan para anggotanya yang sudah mampu membuat produk-produk komponen dan sistem perkeretaapian serta yang akan dikembangkan.

Saat ini, sebanyak 50 institusi telah menjadi anggota IRCMA, di antaranya perusahaan BUMN yang teridentifikasi selama ini telah memasok komponen kereta api seperti PT. Pindad untuk rem, PT. LEN untuk persinyalan, PT. Barata untuk bogie, dan PT. Krakatau Steel untuk bahan baku baja.

“Anggota lainnya terdapat lembaga litbang serta industri kecil dan menengah yang berpengalaman maupun yang memiliki kemampuan men-supply komponen kereta api,” tambahnya. Pada asosiasi ini juga didukung oleh pakar perkeretaapian yang berasal dari universitas dan praktisi.

Dalam kesempatan yang sama, Putu menegaskan kereta api merupakan salah satu tulang punggung transportasi massal masa depan di Indonesia dan diharapkan menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, industrikeretaapimenjadisektor proritassebagaimana diamanatkan dalamPerpresNomor 14 tahun 2015tentangRencanaInduk Pembangunan IndustriNasionaltahun 2015-2035.

Di samping itu juga sedang dikembangkan Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rapid Transit (LRT), dan Mass Rapid Transit (MRT) di kota-kota besar seperti di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. “Serta tidak kalah pentingnya adalah pengembangan kereta cepat yang akhir-akhir ini sangat intens dibicarakan,” ujarnya.

Mahmud Yunus

Salles Ngepet



X
Baca Juga