Bisnis Update

KADI Mulai Penyelidikan Dumping Pisang Impor Asal Filipina

KADI Mulai Penyelidikan Dumping Pisang Impor Asal Filipina
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi antidumping/beritamoneter.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) memulai penyelidikan sunset review pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap pisang Cavendish impor asal Filipina pada 31 maret 2016.

“Penyelidikan dilakukan sesuai permohonan yang diajukan PT Nusantara Tropical Farm untuk meninjau kembali (sunset review) pengenaan BMAD,” ujar Ketua KADI Ernawati. Sebelumnya, pengenaan BMAD pada produk pisang Cavendish asal Filipina telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.011/2011 tanggal 17 November 2011.

Sejak Juni 2014 sampai dengan sekarang, Kementerian Pertanian mewajibkan penggunaan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bagi mekanisme impor produk hortikultura, antara lain pisang Cavendish berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 86/Permentan/OT.140/2013.

Setelah meneliti dan menganalisis bukti awal, penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan; Peraturan Menteri Perdagangan No. 76/M-DAG/PER/12/2012 tentang Tata Cara Penyelidikan Dalam Rangka Pengenaan Tindakan Antidumping dan Tindakan Imbalan; dan Permendag No. 53/M-DAG/PER/9/2013 tentang Perubahan Atas Permendag No. 76/MDAG/PER/12/2012.

Menurut Ernawati, pihaknya telah menyampaikan informasi terkait dimulainya penyelidikan tersebut di atas kepada pihak-pihak yang berkepentingan (industri dalam negeri; importir; eksportir/produsen dari Jepang, Korea, China, Vietnam, dan Taiwan) yang juga diketahui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di lima negara tersebut, dan perwakilan pemerintahan di lima negara tersebut.

“Mereka yang ingin terlibat diberi kesempatan menyampaikan tambahan informasi, tanggapan, dan/atau permintaan dengar pendapat (hearing) yang berkaitan dengan penyelidikan barang dumping dan kerugiannya secara tertulis kepada KADI. Serta dapat memperoleh informasi dan kuesioner dari KADI,” terang Ernawati.

Ghiza

Salles Ngepet



X
Baca Juga