Bisnis Update

Ini Analisa Perekonomian di 2016 yang Dinilai Akan Membaik

Ini Analisa Perekonomian di 2016 yang Dinilai Akan Membaik
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi Tumbuhnya Ekonomi/bq-magazine.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Dalam upaya mengedukasi para nasabahnya terhadap market di tahun 2016 ini, Panin Asset Management kembali menggelar Market Outlook 2016 yang bertempat di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta (23/2). Market Outlook sendiri berupa review market di tahun lalu dan analisa pasar pada waktu berjalan yang dilakukan oleh Panin Asset Management.

Pada Market Outlook 2016 tersebut, Presiden Direktur Panin Asset Management Winston Sual yang membuka acara menilai, hampir semua indikator domestik di tahun ini akan lebih baik daripada di tahun 2015. Hal itu, menurutnya, karena salah satu indikator yakni Gross Domestic Product (GDP) di 2015 jauh lebih baik daripada GDP di 2014. “Meskipun cenderung turun, tapi GDP Indonesia baik secara kualitas,” terangnya.

Selain itu, ia juga menjabarkan indikator pendukung lainnya, seperti infrastructure spending yang sebagai penggerak perekonomian, inflasi yang berhasil ditekan, harga minyak dunia yang menurun, hingga kredit yang tumbuh.

Selain itu, menurutnya, faktor yang akan meningkatkan market di 2016 adalah faktor global yang di antaranya FED rate, China’s effects dan capital flow. “FED rate sudah bukan masalah lagi di tahun 2016,” katanya. Selain itu, untuk China’s effects, Winston Sual memaparkan faktor-faktornya. Di antaranya adalah China akan mengurangi impornya.

“Transmisi perlambatan ekonomi China ke Indonesia adalah akan berkurangnya komoditi ekspor kita ke China. Tapi ada yang beranggapan bila hal itu terlalu berlebihan karena ekspor beberapa negara ke China hanya 2,3% dari GDP. Sementara ekspor Indonesia ke China hanya 1,8% dari GDP. Lebih rendah dari negara lain,” terangnya yang menganggap Indonesia tidak akan terpengaruh terhadap penurunan ekonomi China.

Kemudian untuk capital flow, Winston Sual menerangkan, untuk equity sejak Januari hingga 22 Februari sudah banyak dana asing yang masuk ke Indonesia. “Lain hal dengan negara lain yang justru cenderung keluar. Lalu, dari 2011 dana asing selalu banyak yang masuk ke sektor obligasi,” tambahnya.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga