Bisnis Update

Industri Elektronika Dalam Negeri Diharapkan Berkembang

Industri Elektronika Dalam Negeri Diharapkan Berkembang
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi industri elektronika/theguardian.com)

Bisnisupdate.com, Bekasi ― Pemerintah menganggap jika industri elektronika merupakan industri andalan di masa depan. Karena itulah industri elektronika di dalam negeri diharapkan terus berkembang menjadi bagian dari supply chain produk elektronika dunia.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengaku optimis pada perkembangan industri elektronika. Terutama memberikan apresiasi pada produsen printer yang terus meningkatkan kandungan lokal. Saat ini, menurutnya, ada sekitar 250 perusahaan produsen elektronika dan komponen, baik dalam rangka ekspor maupun dalam negeri.

“Kita optimis Indonesia semakin mengapalkan printer ke pasar dunia dan menjadi basis produksi global,” terang Menteri Saleh saat meresmikan pabrik printer PT Indonesia Epson Industry di kawasan Industri EJIP Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, hari ini (22/4).

Epson akan menempati kawasan seluas lebih dari 255 ribu meter per segi dan menyerap tenaga kerja  total 14 ribu orang yang rencananya akan terus bertambah. Selain itu, kandungan lokal produk yang dihasilkan Epson telah mencapai 70% sehingga memberikan ruang bagi tumbuhnya industri penunjang dalam negeri yang saat ini telah melibatkan sekitar 129 perusahaan.

“Kami sepenuhnya mendukung langkah EPSON untuk terus mencapai cita-cita sebagai manufaktur printer nomor 1 di dunia,” ujar Menteri Saleh.

Di Indonesia, Epson beroperasi mulai 1995. Epson telah membelanjakan total investasi US$ 94,6 juta atau sekitar Rp 1,25 triliun dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp 13.200. Sementara itu, untuk membangun pabrik baru, Epson menanam investasi sekitar US$ 30 juta.

Menteri Saleh pun beranggapan, dengan ekspansinya industri elektronika maka bisa menjadi andalan dalam mendongkrak kinerja ekspor. Tercatat, share ekspor Indonesia ke ASEAN saat ini mencapai 23% dan ke luar ASEAN sebesar 77%. Pertumbuhan ini ditargetkan mengalami kenaikan sebesar 1 %  pertahun sehingga pada tahun 2030 share ekspor Indonesia ke ASEAN diharapkan dapat mencapai sebesar 40%.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus mengambil langkah pengembangan fasilitas yang mendukung pertumbuhan industri seperti pembangunan infrastruktur, energi dan transportasi serta fasilitasi lainnya yang dapat  meningkatkan daya saing industri.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga