Bisnis Update

INACRAFT 2016: Kerajinan Indonesia Punya Potensi Besar di Pasar Global

INACRAFT 2016: Kerajinan Indonesia Punya Potensi Besar di Pasar Global
Ketarangan Gambar :  (Pameran INACRAFT 2013/surakarta.go.id)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali digelar dan akan berlangsung selama 20-24 April di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran INACRAFT 2016 ini dianggap sebagai momentum penting bagi pertumbuhan produk kerajinan Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Nus Nuzulia Ishak mengatakan, tren ekspor produk kerajinan di ASEAN dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,8%. Pada 2015 lalu nilai ekspor produk kerajinan mencapai US$ 74,24 juta.

Menurutnya, kerajinan Indonesia memiliki potensi besar di pasar global dan mampu memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Beberapa negara pun telah menjadi pasar utama, seperti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman dan Inggris. Bahkan di 2014, Indonesia diklaim sebagai penyuplai utama kerajinan dunia dan ASEAN dengan berada di peringkat 12.

INACRAFT sebagai pameran terbesar khusus produk kerajinan dapat menjadi platform promosi yang efektif bagi para perajin dan pelaku usaha untuk mempelajari tren pasar, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas produk. Sebanyak 200.000 pengunjung dari dalam negeri dan 1.000 buyer internasional ditargetkan datang ke INACRAFT 2016.

INACRAFT pun menjadi kesempatan berharga dan kekuatan penting bagi para pelaku industri kreatif kerajinan Indonesia dalam menghadapi MEA. Indonesia sebagai negara besar dikaruniai sumber kekayaan alam dan budaya. Ragam nilai budaya, tradisi, sejarah, dan geografis yang tersebar di seluruh nusantara diserap para perajin untuk menciptakan aneka kriya dengan ciri khas tersendiri.

“Ide yang diramu dengan baik oleh para perajin merupakan hasil gabungan dari kreativitas, inovasi, bakat, dan keterampilan yang didukung oleh perkembangan teknologi yang ramah lingkungan. Itu salah satu modal membangun citra positif Indonesia di mata dunia,” tutup Nus.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga