Bisnis Update

HPMI Siap Jembatani Investor, Terkait Kesiapan Industri Perikanan Di Kawasan Timur Indonesia

Oleh :   Kamis, 25 Agustus 2016   Viewer bisnisupdate.com  182 Hits
HPMI Siap Jembatani Investor, Terkait Kesiapan Industri Perikanan Di Kawasan Timur Indonesia
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi)

Bisnisupdate.com, Jakarta - Kawasan Timur Indonesia sudah sangat siap untuk digarap pengembangan industri perikanan sehingga investasi juga bisa lebih menyebar ke seluruh Tanah Air. Informasi tersebut diungkapkan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI).

Menurut Munafri, kesiapan itu terindikasi antara lain dari wilayah lautnya yang luas, sumber daya ikan yang melimpah, serta lokasinya yang dekat dengan negara-negara importir ikan. "Kawasan timur merupakan wilayah yang paling siap digarap industri perikanannya. Untuk itu HPMI siap menjadi penghubung antara investor dan pengusaha lokal," kata Ketua Bidang Kemaritiman BPP Hipmi Munafri Arifuddin dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data HPMI Research Center, meski potensi perikanan dan kelautan Indonesia sangat besar, namun kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih kecil, hanya sekitar 3%.Pada kuartal I 2016, PDB perikanan nasional sebesar Rp 77,3 triliun, naik sebesar Rp 9,2 triliun atau 13,5%. Meski naik, peran dengan PDB keseluruhan, masih kurang dari 3%.

Dari sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan OJK menargetkan total penyaluran kredit Kelautan Kemaritiman dan Perikanan melalui program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guidelines) sebesar Rp 9,2 triliun di tahun 2016. Realisasi kredit Jaring sampai dengan Desember 2015 mencapai Rp 6,69 triliun atau 124,5% dari target Rp 5,37 triliun.

Di tempat terpisah, lembaga riset dan konsultan bisnis internasional Iphos Consulting menyarankan peminat investasi di sektor kelautan dan perikanan berfokus ke udang sebab komoditas tertsebut paling potensial.

"Dengan kombinasi nilai ekspor tertinggi dan tingkat pertumbuhan tercepat di antara komoditas utama, akuakultur udang bisa terbukti menarik bagi perusahaan yang ingin meningkatkan pertumbuhannya," kata Domy Halim selaku Senior Consulting Manager Iphos Indonesia.

Menurut dia, salah satu komoditas utama di Indonesia adalah udang, dan jenis vanname adalah spesies yang paling banyak dibudidayakan. Diperkirakan udang menyumbang sekitar 1,5 miliar dolar AS dalam nilai ekspor dibandingkan dengan komoditas ikan, dan rumput laut dalam nilai ekspor yaitu masing-masing secara berturut-turut adalah 1 miliar dolar AS dan 0,2 miliar dolar AS.

Nilai ekspor udang, lanjutnya, juga disebutkan tumbuh tercepat secara keseluruhan yaitu dengan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 15,4% pada periode 2011-2014. Sedangkan pada periode yang sama, komoditas ikan dan rumput laut masing-masing tumbuh sebesar 1,4% dan 12,8%.

Salles Ngepet



X
Baca Juga