Bisnis Update

Hotel Indonesia Group Perkuat Sinergi Bisnis

Oleh :   Jumat, 23 September 2016   Viewer bisnisupdate.com  270 Hits
Hotel Indonesia Group Perkuat Sinergi Bisnis
Ketarangan Gambar :  (Dirut Hotel Indonesia Natour Iswandi Said bersama Dirut PT Patra Jasa M. Haryo dan Dirut PT Aerowisata Gatot Satriawan dalam jumpa pers terkait rencana Grand Launching Hotel Indonesia Group di Jakarta/Bisnisupdate.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN dalam sinergi Hotel Indonesia Group (HIG). Tahap pertama adalah sinergi antar hotel yang dimiliki oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Patrajasa (anak usaha PT Pertamina), dan PT Aero Wisata (anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk). 

Pada 2017, HIG menargetkan untuk memiliki 100 anggota melihat banyaknya BUMN yang memiliki bisnis perhotelan. Masing-masing perusahaan BUMN memiliki bisnis perhotelan, dimana jumlah hotel yang dimiliki oleh 118 BUMN diperkirakan mencapai 97 hotel. Mengacu pada jumlah tersebut, HIG berani menargetkan angka pada 2017 bisa menghimpun sebanyak 100 anggota. "Target kita pada 2017 ada sekitar 100 anggota," kata Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said di Jakarta, Kamis (22/9).

Saat ini HIG beranggotakan 26 hotel terdiri dari 7 hotel milik Aerowisata, 12 hotel milik HIN, dan hotel milik Patrajasa. Hotel tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis dengan variasi kelas mulai dari bintang 2 hingga bintang 5.

Dan pada kesempatan peresmian HIG 28 September akan ditandatangani penandatanganan 9 hotel milik Pegadaian (Pesona Hotel), dan 1 hotel milik Taman Wisata Candi yang berlokasi di Kawasan Candi Borobudur. Diharapkan selanjutnya hotel milik BUMN lainnya akan bergabung dengan HIG.

Menurut Iswandi, sinergi ini memiliki visi dan misi untuk menjadikan HIG sebagai hotel chain terbesar di Indonesia, sehingga hotel-hotel tersebut dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu dengan bergabung di dalam HIG, perusahaan juga akan merasakan manfaat di bidang pemasaran dan efisiensi dalam pengadaan kebutuhan masing-masing hotel karena HIG didukung sepenuhnya oleh BUMN lainnya yang mendukung fasilitas yang disajikan pada pelanggan, mulai dari kebutuhan kamar hingga restaurant.

"HIG akan mengusung konsep keramahtamahan yang sudah melekat di Indonesia, dengan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dengan program pelatihan dan training terpadu," ungkapnya. 

Sementara itu terkait bisnis HIN, saat ini tingkat okupansi (occupancy rate) sudah mencapai 65 persen. Bahkan secara rata-rata tingkat okupansi yang lainnya saja 60%-67%. Dengan sinergi antar hotel BUMN diharapkan tingkat okupansi bisa meningkat menjadi 70%. "70% itu sudah nyaman, bahkan 60% pun sudah masuk breakeven karena kembali lagi pengelolaan hotel itu harus efisien," ujarnya. 

Melihat tren industri perhotelan menurut Iswandi semakin tahun akan terus meningkat. Bahkan jumlah tamu yang menginap di HIN saja pada semester pertama dibandingkan tahun lalu naik sekitar 17 persen. "Itu jumlah tamu yang datang cukup lumayan dan semakin hari semakin banyak yang datang karena travelling baik dari domestik maupun internasional," tambahnya. 

Adapun bisnis perhotelan HIN saat ini dengan 12 hotel yang dimilikinya mampu meraih market share hingga 11 persen. Okupansi HIN terbilang cukup tinggi mengacu pada lokasi hotel berada. Sementara itu, untuk Bali saja telah memiliki 5 hotel seperti di Kuta, Sanur, dan Nusa Dua.  

Salles Ngepet



X
Baca Juga