Bisnis Update

Glodok Jaya Perkokoh Positioning Destinasi Sentra Perkakas dan Perlengkapan Kebutuhan Industri

Oleh :   Sabtu, 02 September 2017   Viewer bisnisupdate.com  75 Hits
Glodok Jaya Perkokoh Positioning Destinasi Sentra Perkakas dan Perlengkapan Kebutuhan Industri
Ketarangan Gambar :  (Salah satu Toko di Kawasan Glodok Jaya)

Jakarta, BisnisUpdate.com-Teriknya siang di akhir Agustus 2017 silam tak menyurutkan orang untuk berburu kebutuhan perkakas dan perlengkapan industri. Walaupun terlihat crowded, namun kelengkapan dan harga murah cukup membuat para pemburu kebutuhan industri dan perkakas untuk terus datang dan membanjiri Glook Jaya, kawasan Pecinan di Barat Jakarta tersebut.

Kawasan yang terus menggeliat dengan berbagai macam destinasi barang perkakas dan kebutuhan industri ini menjadi magnet yang bisa mendatangkan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. Karena dalam sejarahnya, kawasan Pecinan selalu menjadi penopang sekaligus jantung perekonomian suatu kota. Sebagai kawasan yang disebut-sebut sebagai Pecinan terbesar di Indonesia, kawasan Pecinan Glodok dikenal sebagai salah satu pusat roda perekonomian Ibu Kota.

Salah satu dari kawasan Glodok yang terus bersinar adalah Glodok Jaya, yang telah dikenal puluhan tahun sebagai sentra yang menyediakan berbagai barang, mulai dari barang untuk keperluan rumah tangga, kebutuhan mengenai otomotif atau perkakas dan mesin produksi untuk industri beserta bebagai alat teknik yang sangat komplit dan lengkap. Harga bermacam produk tersebut umumnya lebih murah 50-70 persen dibandingkan harga di luar kawasan ini.

MenurutManager Advertising & Promotion LTC Glodok, Agung Podomoro Group, Hendry Trie Asmono bahwa mencari barang untuk berbagai kebutuhan industrialdan perkakas memang tidak mudah dilakukan secara online. “Walaupun ada, mayoritas masih harus pegang, lihat, compare langsung dengan barang sejenis, konsumen harus datang dan bisa mengetahui kualitas barang secara pasti dan lengkap, karena itu tak salah jika sejak 1980-an sampai sekarang Glodok Jaya masih menjadi destinasi utama para pencari peralatan dan sparepart yang sulit didapatkan di online,” katanya.

Namun Hendry tak memungkiri jika penjualan online memang cukup pesat perkembangannya. “Konsumen juga sudah mulai mengarah ke sana, kami pun akan meluncurkan inovasi online untuk melengkapi portfolio Group dan mendekatkan tenant yang ada kepada market yang tepat,” katanya tanpa mau merinci apa itu inovasi online yang dimaksud.

Dengan positioning sebagai surga belanja perkakas dan kebutuhan industry, Hendry menegaskan bahwa eksistensi Glodok Jaya sebagai pusat penjualan perkakas, sparepart seperti mur-baut, sekrup, pengait, tali baja, rantai, pemotong keramik, gergaji listrik, genset, kompresor, alat pemadam kebakaran dan berbagai perlengkapan pengamanan dan keselamatan lainnya tersedia lengkap di sana.”Konsumen yang datang pun dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan daerah lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Begitu pula dengan pedagang yang ada di kawasan Pertokoan Glodok Jaya, mereka sudah puluhan tahun berjualan di sana dan sangat familiar dengan konsumen yang seringkali order perlenngkapan perkakas dan kebutuhan industry.

Seperti yang diungkapan Christine (72 tahun) pemilik toko Dunia Baru di Glodok Jaya, kawasan ini sejak dulu sudah menjadi pusat penjualan peralatan perkakas rumah tangga, pabrik dan industri.  “Toko ini sudah 100 tahun di sini dan bapak saya yang mengelola dari awal. Saya sendiri generasi ke dua karena bapak baru meninggal. Kami menjual mesin penggilingan tahu, batu gurinda dan lain-lain,” ujar Christine.

Pelanggan toko Christine banyak berasal dari kalangan produsen tahu, tukang bubut, bengkel dan lain sebagainya. Rata-rata mereka merupakan pelanggan lama dan loyal di tokonya. “ Mereka ada yang dari Tangerang, Bogor, macam-macam, assemblernya dari Malaysia dan Taiwan, tapi konsumen sudah paham akan kualitas dan jaminan spare part yang saya jual di sini,” ungkap Christine seraya menyebut dalam sehari bisa menjual 20-an unit barang.

Senada dengan Chistine, Wawan Sugiarto, sales toko Mega Elektronik yang menjual perkakas untuk rumah tangga dan industri mengatakan, pelanggan tokonya berasal dari perorangan hingga kontraktor besar. Mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia. “Adapun saat ini omset toko kami sehari Rp10 juta hingga Rp20 juta,” ungkapnya.

Bersiap Me-Launching Harco Glodok

Dalam kesempatan yang sama, Hendry Trie Asmono mengatakan pihaknya tengah menyiapkan rencana peluncurkan kawasan Perniagaan atau trade mall, yaitu Harco Glodok. “Tenant-nya mayoritas adalah pedagang yang ada di Glodok Jaya,” katanya.

Saat ini, proses serah terimanya sudah mencapai 70%. Hendry menambahkan untuk harga per square meternya mencapai Rp 450 juta. “Banyak keunggulan yang kita tawarkan disana, produk yang dijual masih hardware, tools, machinary dan lainnya,” katanya. Rencana launching awal tahun 2018 dan 30% dari tenant sudah ada yang serah kunci. Adapun jumlah Kios yang tersedia di Harco Glodok mencapai 2000 kios.

 

Salles Ngepet

Tags

 
 
 



X
Baca Juga