Bisnis Update

Fashion Indonesia Harus Manfaatkan Nilai Lokal Budaya agar Berdaya Saing Tinggi

Fashion Indonesia Harus Manfaatkan Nilai Lokal Budaya agar Berdaya Saing Tinggi
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi Fashion Indonesia/swaraguna.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Pada perhelatan Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center, Kamis (10/3), Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menegaskan pentingnya semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion internasional.

Indonesia sendiri memiliki nilai budaya lokal yang begitu banyak. Dengan mampu mengangkat nilai-nilai lokal budaya Indonesia, mulai dari Sabang hingga Marauke, dan memadukannya dengan karya yang kreatif, maka fashion Indonesia dinilai dapat berdaya saing tinggi.

“Ekspresi budaya itu tentunya suatu tantangan bagi para desainer kita untuk merancang karya yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia,” ujar Menteri Puspayoga.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah memberikan bantuan permodalan bagi industri fashion di Indonesia melalui kredit usaha rakyat (KUR). Hal tersebut dinilai Puspayoga sebagai salah satu program pemberdayaan bagi pengembangan dunia fashion Indonesia.

“Kami di Kemekop UKM sebagai tugas pokok tentunya bagaimana membantu para UKM yang masih kecil menengah, kami sudah buat program melalui KUR,” ungkap Menteri Puspayoga yang mengaku mengecualikan para desainer besar.

Menteri Puspayoga mengungkapkan, bila suku bunga KUR tadinya ditetapkan 22% per tahun, tetapi sekarang menjadi 9%. Dengan bunga KUR yang rendah itu, diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Bunga murah ini sangat penting untuk pemerataan kesejahteraan. Karena bagaimanapun kita sudah masuk MEA,” katanya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin pun menambahkan, pihaknya akan terus mendorong tumbuh kembangnya industry fashion di tanah air. Sebab sektor tersebut dinilai mampu menyumbang PDB sebesar Rp 181 triliun dan menyerap sekitar 3,8 juta tenaga kerja.

“Kami sangat harapkan dengan kerja sama ini industri (fashion) ini terus berkembang,” harap Menteri Saleh.

Di era kompetisi global saat ini, para desainer Indonesia sendiri dituntut harus mampu memenuhi 40% kebutuhan pangsa pasar fashion di Indonesia.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga