Bisnis Update

Ditjen PKTN Sampaikan Hal yang Wajib Diperhatikan oleh Pelaku Bisnis Online

Ditjen PKTN Sampaikan Hal yang Wajib Diperhatikan oleh Pelaku Bisnis Online
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi Bisnis Online/fridsonadvisors.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Saat ini dapat dikatakan jika Indonesia, bahkan dunia sudah memasuki era digital. Dan Indonesia merupakan salah satu negara yang tengah berupaya menggenjot  ekonomi digitalnya. Sebab itu, seiring dengan hal itu diperlukan pengawasan yang ketat di bidang digital. Dan kini, ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para pelaku bisnis online agar bisnisnya dapat dikatakan legal dan aman.

Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Widodo menegaskan, tiga hal yang perlu diperhatikan oleh pebisnis online ialah Standar Nasional Indonesia (SNI), Manual Kartu Garansi (MKG) dan label berbahasa Indonesia. Selain itu, sambungnya, pelaku bisnis online juga perlu memerhatikan perizinan lain yang dipergunakan dalam memperdagangkan barang.

“Kami selalu mengawasi perdagangan online. Kami mengingatkan agar semua barang yang ada diperdagangkan sesuai dengan iklannya, sesuai dengan janji pelayanan purnajualnya, patuh terhadap klausula baku dan sesuai yang diperjanjikan,” tegas Widodo yang menghadiri acara “Sinergitas Peningkatan Pemahaman Ketentuan Pengawasan Produk yang Diperdagangkan Secara Online” di Auditorium Kemendag, Jakarta (18/2).

Widodo pun menyatakan perlunya melindungi konsumen dari bahaya barang-barang yang tidak memenuhi SNI. Jika semua pelaku usaha memahami pentingnya aturan ini, menurutnya, pelaku usaha dapat menjaga kelangsungan bisnisnya karena konsumen pun semakin percaya.

“Untuk itulah sinergitas ini diselenggarakan. Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman para pelaku usaha online yang bergerak di bidang marketplace, e-retail dan iklan baris online terhadap aturan yang berlaku,” terang Widodo.

Widodo pun menjelaskan, pebisnis online wajib mengetahui identitas pemasok barang atau jasa, minimal nama dan alamat lengkap produsen, importer, distributor, subdistributor, serta pemasok lainnya untuk mempermudah penelusuran barang.

Pebisnis online pun diwajibkan memiliki Nomor Pendaftaran Barang (NPB) untuk produk SNI wajib yang berasal dari luar negeri dan Nomor Registrasi Produk (NRP) untuk produk yang berasal dari dalam negeri.

Untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, Kemendag telah menderegulasi ketentuan pencantuman label berbahasa Indonesia melalui Permendag Nomor 73/M-DAG/PER/9/2015 Tentang Kewajiban Pencantuman Label Dalam Bahasa Indonesia Pada Barang, yang berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2015.

Ketentuan pencantuman label semula adalah pada saat memasuki wilayah Republik Indonesia, yakni barang impor sudah wajib berlabel bahasa Indonesia. “Ketentuan saat ini adalah pencantuman label dilakukan sebelum barang diperdagangkan di pasar dalam negeri. Kemudian sistem pengawasan post-audit diterapkan pada barang yang beredar di pasar dan berada di tempat penyimpanan barang,” papar Widodo.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga