Bisnis Update

Di tahun 2015 Ciputra Bukukan Laba Bersih Rp 1,28 Triliun

Di tahun 2015 Ciputra Bukukan Laba Bersih Rp 1,28 Triliun
Ketarangan Gambar :  (Ciputra Group/news.indotrading.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Di tahun 2015 PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah membukukan pendapatan hingga Rp 7,51 triliun. Angka tersebut meningkat 18,5% dari tahun sebelumnya yang membukukan Rp 6,34 triliun. Angka tersebut diperoleh setelah CTRA mengkonsolidasikan seluruh pendapatan dari anak perusahaannya. PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) adalah dua di antaranya.

CEO CTRA Candra Ciputra mengatakan, peningkatan pendapatan yang dibukukan Ciputra Development Tbk berasal dari 70 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi dunia usaha di Indonesia, termasuk dunia properti. Namun dengan strategi diversifikasi, baik secara produk maupun geografis, kami tetap dapat membukukan peningkatan pendapatan yang berasal dari 70 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia,” terang Candra.

Kenaikan penjualan residensial sebesar Rp 914 miliar yang berasal dari CTRS sendiri diklaim sebagai faktor meningkatnya pendapatan CTRA. Ditambah kenaikan dari CTRP yang paling berkontribusi pada pendapatan komersial sebesar Rp 206 miliar. Laba usaha pun tercatat naik Rp 167 miliar atau 7,4% daripada tahun sebelumnya.

Namun, CTRA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 3%, yakni Rp 1,28 triliun dari tahun sebelumnya yang mencatat Rp 1,32 triliun. Meningkatnya beban bunga pinjaman, khususnya yang dibayarkan oleh proyek properti investasi dituding sebagai penyebab penurunan angka tersebut.

Sementara pada dua anak perusahaan, CTRS justru mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 11,5%, yakni Rp 1,91 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,71 triliun. Peningkatan tendapatan tersebut berbanding lurus pada laba bersih CTRS yang meningkat sebesar 14,2%, yakni Rp 597 miliar.

Untuk CTRP, kenaikan pendapatan yang berhasil dibukukan ialah sebesar 48% dari tahun lalu, yakni Rp 2,46 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun. Namun, kenaikan tersebut justru berbanding terbalik dengan laba bersih CTRP, yang sebelumnya Rp 327 miliar menjadi hanya Rp 66 miliar. Pembayaran bunga yang disebabkan telah mulai beroperasinya secara full year beberapa proyek komersial CTRP dituding menjadi faktor menurunnya laba bersih tersebut.

Di tahun 2016, CTRA menargetkan perolehan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 7,73 triliun dan Rp 1 triliun. Pra penjualan pun diperkirakan dapat mencapai Rp 9,30 triliun melalui tambahan 8 proyek baru yang akan diluncurkan di Jabodetabek, Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga