Bisnis Update

CO2, Lini Bisnis Baru Pertamina

Oleh :   Rabu, 20 Juli 2016   Viewer bisnisupdate.com  294 Hits
CO2, Lini Bisnis Baru Pertamina
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi )

Sampai saat ini belum ada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas di daerah lain yang menjual dan memanfaatkan gas gas karbondioksida (CO2) untuk kepentingan masyarakat dan perusahaan. Melihat peluang itu, PT Pertamina EP Assets 3 Field Subang pun tergerak untuk menjadi yang pertama dalam memanfaatkannya.

Kini, tidak hanya memproduksi minyak dan gas bumi, dengan adanya gas CO2, PT Pertamina EP Asset 3 Field Subang kini memiliki lini bisnis barunya dan prospeknya cukup cerah. Nyatanya menurut laporan laman berita Kompas, permintaan terhadap CO2 hasil pemurnian di Field Subang terus meningkat.

"Beberapa pembeli baru sudah menunjukan minat mereka. Tetapi kita belum bisa memenuhi, masih harus menunggu proses yang dilakukan oleh kantor pusat dan SKK Migas," kata Field Manager Armand M Hukom, di Kantor Pertamina EP Field Subang, Jawa Barat, Senin (18/7/2016).

Laman berita BeritaSatu melaporkan, saat ini, Pertamina EP Assets 3 Field Subang mempunyai dua plant pemurnian CO2 atau Removal Plant di Cilamaya dan Subang. CO2 Removal Plant di Cilamaya digunakan menurunkan kadar CO2 dari 40 persen menjadi 5 persen yang mulai beroperasi sejak tahun 2000 Sedangkan CO2 Removal Plant di Subang yang mulai beroperasi sejak Oktober 2003 digunakan untuk menurunkan kadar CO2 dari 23 persen menjadi 5 persen.

C02 produksi Pertamina EP Assets 3 Field Subang saat ini dijual pada dua pembeli utama, yaitu PT Samator dan PT Aneka Gas Industri (ASI)."Kami menjual CO2 ini kepada dua pembeli utama, yaitu PT Samator yang dikirim sebanyak 1.172 juta kaki kubik per hari dan PT Aneka Gas Industri yang kita kirim sebanyak 1.820 juta kaki kubik per hari. Kita juga mendapat pendapatan Rp 570 juta per bulan dari penjualan kedua perusahaan tersebut," pungkasnya.

Armand menjelaskan, pembangunan teknologi pemurnian C02 (C02 Removal) dilakukan karena produksi gas yang dihasilkan dari Field Subang rerata mengandung 20 persen C02. Jika tetap diproduksi, tidak akan ada yang membeli. Karena sesuai regulasi, gas yang boleh diproduksi dan diniagakan yakni yang memiliki kandungan CO2 kurang dari 10 persen.

Padahal, kandungan CO2 di Field Subang khususnya dari lapangan Cllamaya sekitar 40 persen, kemudian untuk lapangan Subang sekitar 23 persen. Jumlah yang jauh melebihi batas ketentuan. "Kalau tidak ada teknologi pemurnian CO2 maka tidak akan ada Field Subang," katanya.

Dia menjelaskan, C02 Removal Plant di Subang didesain untuk menurunkan kadar C02 dari 23 persen menjadi 5 persen. Adapun gas C02 yang dijual ke PT Aneka Gas Industri sebesar 1.820 MMSCFD. Dia menjelaskan, gas CO2 ini bisa digunakan untuk industri pengawet makanan dan minuman berkarbonasi alias minuman bersoda.

Selain PT Samator dan AGl, lanjut Armand beberapa perusahaan sudah menyatakan keinginan mereka untuk membeli CO2 dari Field Subang. Saat ini tengah dilakukan proses administrasi dan legal yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina (Persero). "Kami berharap dalam waktu dekat, semua proses legalisasi dan administrasi tersebut bisa diselesaikan sehingga nilai tambah dari kegiatan pengurangan emisi CO2 di Field Subang, bisa terus bertambah," ujarnya.

 

Salles Ngepet



X
Baca Juga