Bisnis Update

BI: Inflasi Awal Tahun Ini Relatif Rendah

BI: Inflasi Awal Tahun Ini Relatif Rendah
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi Inflasi/indianexpress.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada awal tahun ini melambat dari Desember tahun lalu, bahkan lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI), yaitu sebesar 0,51% (mtm). Melambatnya inflasi tersebut terutama disumbang oleh deflasi komponen harga barang yang diatur pemerintah dan inflasi ini yang masih tercatat relatif rendah.

Dengan demikian, inflasi IHK tahunan mencapai 4,14% (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia, yaitu sebesar 4%±1% (yoy).

BI mencatat, pada Januari 2016 inflasi pada kelompok bahan makanan bergolak (volatile food) mencapai 2,40% (mtm) atau 6,77% (yoy), terutama bersumber dari kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan bawang merah. Angka inflasi volatile food bulan ini relatif sama dengan pola historis pada tiga tahun terakhir, dan cukup rendah di tengah terjadinya gejala El Nino.

Hal ini terutama berkaitan dengan relatif terkendalinya inflasi beras. Kelompok administered prices pada bulan Januari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,55% (mtm), atau secara tahunan tercatat sebesar 3,48% (yoy). Deflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan harga BBM, tarif angkutan udara dan harga LPG 12 kg.

Sementara itu, inflasi inti masih tergolong rendah, baik secara bulanan yakni 0,29% (mtm), maupun tahunan yakni 3,62% (yoy). Rendahnya inflasi inti tersebut didorong oleh terjaganya ekspektasi inflasi dan masih lemahnya permintaan domestik.

Ke depan, BI memperkirakan inflasi akan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu 4%±1%. Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi perlu terus diperkuat, terutama terkait dengan kemungkinan penyesuaian administered prices dan mewaspadai tekanan inflasi volatile food.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga