Bisnis Update

Bertekad Lanjutkan Program Produsen Kacang Ijo Terbesar Meski Tanpa Bantuan Pemerintah

Bertekad Lanjutkan Program Produsen Kacang Ijo Terbesar Meski Tanpa Bantuan Pemerintah
Ketarangan Gambar :  (Direktur Utama PT Mohas Resty Kolaka Restyarto Efiawan saat pameran di Perancis/Dokumen Pribadi)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Menurut Direktur Utama PT Mohas Resty Kolaka Restyarto Efiawan, sejak tahun 2010 Indonesia tidak mengekspor kacang ijo. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 0,3 juta ton kacang ijo per tahun. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya kebutuhan kacang ijo dalam negeri yang belum mampu terpenuhi hingga saat ini.

“Kondisi ini berbeda jauh dengan negara-negara maju. Sebagai contoh adalah Belanda dan negara lainnya, baik di Eropa, Amerika dan Australia. Dengan pertanian modern dan berbasis teknologi telah dihasilkan kentang 60 ton/ha dalam satu musim. Sementara Indonesia hanya 15 ton/ha dalam satu musim,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima bisnisupdate.com hari ini (12/4).

Begitu pun, lanjutnya, hasil panen lainnya seperti jagung yang mampu menghasilkan 30 ton/ha dalam satu musim. Sementara Indonesia hanya 4 ton/ha dalam satu musim.

Menurut Restyarto, perbedaan hasil panen tersebut telah dikaji oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI dan telah diaplikasikan oleh petani. Namun peningkatan hasil pertanian tak terlampau naik. Produksi kacang ijo lokal selama ini hanya mampu mengisi sekitar 56% dari konsumsi kacang ijo dalam negeri, sedangkan sisanya mengandalkan impor.

Apalagi adanya depresiasi nilai rupiah terhadap mata uang asing yang mengakibatkan harga kacang ijo impor lebih mahal dibandingkan kacang ijo lokal.

Hal tersebut yang diklaim Restyarto mendasari keprihatinannya untuk mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi. Ia pun mengusung program “Produsen Kacang Ijo Terbesar Dunia”. Meskipun untuk menjalankan program  tersebut Restyarto mengaku tidak melibatkan kehadiran dan peran negara, namun ia tetap bertekad meneruskan upayanya.

“Saya mulai menanam kacang ijo 12,5 hektare di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Puteri, Kabupaten Bogor dan akan saya lanjutkan 30 hektare di Indramayu,” ungkapnya.

Menurutnya, tanaman kacang ijo dapat tumbuh subur di daerah-daerah yang beriklim tropis, pada tempat terbuka dan daerah yang tidak terlindung oleh tanaman lain.

“Kacang ijo juga dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah asalkan drainase dan aerasi cukup baik selama pertumbuhan tanaman. Sekitar 85% area produksi kacang ijo berlokasi pada ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut, 10% pada ketinggian 100 – 250 mdpl, dan 5% sisanya di 250 mdpl,” jelas Restyarto.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga