Bisnis Update

Begini Cara Mengurus Daftar Izin Edar di BPOM

Oleh :   Selasa, 27 September 2016   Viewer bisnisupdate.com  3128 Hits
Begini Cara Mengurus Daftar Izin Edar di BPOM
Ketarangan Gambar :  (Ilustrasi)

Bisnisupdate.com, Jakarta - Banyak pengusaha yang belum mengetahui bagaimana mendapatkan izin edar di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Menurut Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan bahwa sebelum produk pangan diedarkan di wilayah Indonesia, maka produsen atau pelaku usaha harus mendaftarkan atau me-registrasi produknya di Badan POM.

“Selanjutnya, oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan Badan POM akan dilakukan evaluasi atau penilaian terhadap keamanan, mutu, gizi, dan labelnya mengacu pada peraturan yang berlaku,” kata Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, BPOM.

Pangan olahan yang akan didaftarkan, ujar Suratmono, harus memenuhi persyaratan keamanan, mutu, gizi, dan label sebagai berikut:parameter keamanan, yaitu batas maksimum cemaran mikroba, cemaran fisik, dan cemaran kimia, parameter mutu, yaitu pemenuhan persyaratan mutu sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku serta cara produksi Pangan yang baik untuk Pangan Olahan yang diproduksi di dalam negeri atau cara distribusi Pangan yang baik untuk Pangan Olahan yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia; danparameter gizi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan label sesuai peraturan yang berlaku.

Sedangkan pelayanan pendaftaran pangan olahan yang dilakukan oleh Badan POM dibedakan menjadi 2 jenis pelayanan, yaitu :

1)       Pendaftaran Pangan Olahan Secara Manual:

  • Dalam hal pendaftaran Pangan Olahan secara elektronik belum dapat dilaksanakan atau sistem elektronik tidak berfungsi, maka Pendaftaran Pangan Olahan dilakukan secara manual.
  • Jenis Pangan Olahan yang didaftarkan:

a)  Pangan Olahan Tertentu (MPASI, Pangan diet, pangan diet khusus untuk keperluan kesehatan)

b)  Bahan Tambahan Pangan

2)       Pendaftaran Pangan Olahan Secara Elektronik:

  • Selanjutnya disebut e-Registration Pangan Olahan adalah Pendaftaran Pangan Olahan yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Proses registrasi dapat dilakukan secara online melalui website http://e-reg.pom.go.id/. Ini merupakan langkah terobosan Badan POM untuk mempermudah proses registrasi produk pangan, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. Prosedur lengkap bagaimana cara melakukan registrasi serta persyaratan yang harus dipenuhi juga dapat dilihat melalui websitetersebut.
  • Pendaftaran Pangan Olahan secara elektronik dilaksanakan secara bertahap berdasarkan tingkat risiko.
  • Jenis Pangan Olahan yang didaftarkan:

a)  Pangan tanpa klaim

b)  Pangan berklaim

c)   Pangan dengan herbal

d)  Pangan iradiasi

e)  Pangan rekayasa genetika

f)    Pangan organik

g)  Minuman beralkohol

h)  Formula bayi

Suratmono menjelaskan, bahwa penilaian pre-market yang dilakukan Badan POM terhadap persyaratan keamanan, mutu, gizi dan label pangan dibedakan menjadi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis.

Adapun Persyaratan administrasi meliputi:Kelengkapan dokumen

1.administrasi pendaftaran pangan olahan dalam negeri:

a. Izin industri dari Kementerian Perindustrian (Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten setempat) atau dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

b. Hasil audit sarana produksi atau Piagam Program Manajemen Risiko (PMR) atau Sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)

2. Kelengkapan dokumen administrasi pendaftaran pangan olahan luar negeri:

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Angka Pengenal Impor (API) atau Importir Terdaftar Minuman Beralkohol (IT-MB)

a. Surat penunjukan dari perusahaan asal di luar negeri

b. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) atau Sertifikat Bebas Jual (Certificate of Free Sale)

c. Hasil audit sarana distribusi

d. Sertifikat GMP/ HACCP/ ISO 22000/ sertifikat serupa yang diterbitkan oleh lembaga berwenang/ terakreditasi dan/atau hasil audit dari pemerintah setempat

Sementara itu, Persyaratan teknis meliputi:

  1. Komposisi atau daftar bahan yang digunakan termasuk keterangan asal bahan baku tertentu dan atau Bahan Tambahan Pangan (BTP)
  2. Proses produksi atau Sertifikat GMP/ HACCP/ ISO 22000/ sertifikat serupa yang diterbitkan oleh lembaga berwenang/ terakreditasi dan/atau hasil audit dari pemerintah setempat
  3. Hasil analisis produk akhir untuk cemaran mikroba, cemaran kimia, dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan
  4. Informasi tentang masa simpan
  5. Informasi tentang kode produksi
  6. Rancangan label

Persyaratan teknis lain yang dipersyaratkan (jika diperlukan) antara lain:

  1. Sertifikat Merek (jika label mencantumkan logo ™ atau ®)
  2. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) untuk produk SNI wajib atau untuk produk yang mencantumkan tanda SNI pada label.
  3. Sertifikat Organik (jika produk mencantumkan logo organik)
  4. Keterangan tentang Pangan Produk Rekayasa Genetik utnuk bahan baku antara lain kentang, kedelai, jagung dan tomat.
  5. Keterangan Iradiasi Pangan (jika diproses dengan iradiasi)
  6. Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk Rumah Pemotongan Hewan (RPH)
  7. Sertifikat Halal (jika mencantumkan logo Halal)
  8. Data pendukung lain

Suratmono menambahkan, bahwa setiap pangan olahan yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis tersebut di atas, akan diberikan Nomor Izin Edar sehingga dapat diedarkan di seluruh wilayah Indonesia.

Salles Ngepet



X
Baca Juga