Bisnis Update

Beda Nasib dari E-Commerce Lokal, Rakuten Tarik Diri dari Indonesia

Beda Nasib dari E-Commerce Lokal, Rakuten Tarik Diri dari Indonesia
Ketarangan Gambar :  (Rakuten/thenextweb.com)

Bisnisupdate.com, Jakarta ― Rakuten, salah satu perusahaan e-commerce besar asal Jepang memutuskan untuk berhenti beroperasi di Indonesia per 1 Maret 2016. “Dengan sangat menyesal kami mengumumkan bahwa Rakuten Belanja Online tidak lagi tersedia bagi pelanggan untuk melakukan pembelian per 1 Maret 2016,” tulis Rakuten Belanja Online (RBO) di situsnya.

Kendati demikian, Rakuten memastikan bila para pelanggannya masih bisa berbelanja hingga tanggal 29 Februari ini.

Rakuten Belanja Online sebelumnya merupakan perusahaan gabungan antara Rakuten Inc. bersama PT Global Mediacom (MNC Group) pada 2011 silam. Namun di tahun 2013 Rakuten Inc. memutuskan untuk mengakuisisi 49% saham milik MNC Group di RBO. Kini, tiga tahun berselang Rakuten justru memilih menarik diri dari pasar e-commerce Indonesia.

Sebelumnya, Rakuten telah mengumumkan rencana penghentian operasinya di tiga negara di Asia Tenggara, yakni di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Keputusan tersebut diambil sebab Rakuten ingin lebih fokus ke pasar e-commerce di Jepang, di mana Rakuten telah menjadi market leader.

Namun, kendati memutuskan untuk menarik diri dari Indonesia, lewat keterangan tertulis di situsnya, RBO mengirim sinyal bila mereka masih ingin melahirkan produknya di Indonesia. “Kami senang Anda telah menjadi pelanggan Rakuten dan kami berharap untuk dapat meluncurkan layanan Rakuten yang baru dan menarik dalam beberapa bulan mendatang,” demikian yang tertulis di situs RBO.

Berbeda dengan Rakuten, perusahaan e-commerce lokal justru terlihat semakin marak dan berkembang. Sebut saja di antaranya Bukalapak dan Tokopedia yang iklannya masih ramai menghiasi layar kaca.

Bahkan, beberapa waktu lalu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif Sandiaga S. Uno mengungkapkan, perusahaan e-commerce Indonesia mendominasi 50 UKM potensial untuk menjadi emiten baru di pasar modal Indonesia. Beberapa di antaranya ialah Bukalapak.com, Bhinneka.com, Traveloka dan Go-Jek.

Rahardian Shandy

Salles Ngepet



X
Baca Juga