Bisnis Update

Bebiluck Siap Patuhi Saran BPOM Terkait Legalitas Izin Edar

Oleh :   Senin, 26 September 2016   Viewer bisnisupdate.com  255 Hits
Bebiluck Siap Patuhi Saran BPOM Terkait Legalitas Izin Edar
Ketarangan Gambar :  (Istimewa)

Bisnisupdate.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, BPOM merazia salah satu merek makanan penambah ASI (MPASI) dengan merek Bebiluck. Razia dilakukan terkait dengan program pengawasan yang semakin diperketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan tersebut.

Menurut Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, secara kronologis bahwa peristiwa pada 15 September 2016, Balai POM di Serang bersama dengan Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi Banten, Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM RI dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melakukan pemeriksaan terhadap PT Hassana Boga Sejahtera dengan alamat di Kawasan Pergudangan Multiguna Taman Tekno 2 Blok L2 No.35 BSD, Tangerang Selatan.

Kemudian, lanjut Suratmono, pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dengan pangan MPASI yang menggunakan izin PIRT merek Bebiluck., kemudian Balai POM di Serang melakukan penelusuran ke produsen, dan didapatkan bahwa sarana rumahan yang memproduksi MPASI berupa beras yang ditambah dengan daging dan lainnya, sehingga waktu itu dilakukan pengamanan.

“Kemudian pada tahun 2016 produk Bebiluck ditemukan kembali di lain daerah, sehingga Balai POM di Serang melakukan pemeriksaan setempat dan ditemukan bahwa PT Hassana Boga Sejahtera memproduksi Pangan MPASI yang ternyata tidak memiliki nomor PIRT. Kemudian dilakukan pengamanan,” kata Suratmono dalam rilis yang diterima Bisnisupdate.com.

Suratmono menegaskan bahwa pemberitahuan tentang produk MP-ASI wajib memiliki Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan POM telah diinformasikan kepada produsen Bebiluck pada saat melakukan pemeriksaan sarana produksi rumah tangga pangan di Pondok Pucung Kota Tangerang bulan Mei 2015. “Produk MP-ASI boleh diedarkan setelah mendapatkan NIE dari Badan POM, demikian rekomendasi kami pada saat itu,” terang Suratmono.

Pada Senin 19 September 2016, Suratmono mengatakan pihak produsen Bebiluck mendatangi Badan POM untuk berbicara mengenai permasalahan Bebiluck. “Mereka mengakui terdapat kelalaian mengenai permasalahan izin edar, dan meminta Badan POM melakukan pembinaan,” katanya.

Nah, terkait dengan izin edar, Suratmono menegaskan bahwa pada hari Rabu, 21 September 2016, perusahaan sudah berkonsultasi dengan Badan POM terkait proses pendaftaran dan akan melengkapi kekurangan data permohonan pendaftaran tersebut.

Dikonfimasi dalam kesempatan terpisah, Lutfil Hakim, Direktur PT Hassana Boga Sejahtera, Produsen Bebiluck mengatakan  pihaknya akan mentaati peraturan yang ada dan menjalankan sarana dari BPOM untuk dibina. “ katanya saat dikonfirmasi oleh Bisnisupdate.com.

Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Lutfil Hakim, Direktur PT Hassana Boga Sejahtera menyatakan bahwa untuk mentaati peraturan yang ada, dirinya memutuskan untuk menutup operasional perusahaan sampai mendapatkan legalitas izin edar. PT Hassana Boga Sejahtera juga memahami pentingnya keamanan mutu dan nutrisi bagi bayi, maka harus memenuhi standar prosedur yang berlaku dan meminta bantuan BPOM, Kementerian Perindustrian, Kementerian UKM dan Koperasi untuk memberikan bimbingan dan arahan sehingga usaha berjalan sesuai prosedur. “Kami memahami betapa pentingnya prosedur izin pangan dan banyak UKM di bawah Kementerian yang juga belum memahami prosedur keamanan pangan dan izin edar tersebut, untuk dapat melakukan pembinaan dan pendampingan yang memadai untuk tumbuhkembangnya usaha,” tutup Lutfil dalam surat edaran tersebut.    

Suratmono menegaskan BPOM tetap akan melakukan pembinaan dan pengawasan yang intens terhadap produk-produk yang beredar di masyarakat. “Karena itu saya menyarankan kepada pelaku usaha untuk mematuhi aturan yang berlaku agar usahanya bisa berjalan lancar,” katanya. 

Salles Ngepet



X
Baca Juga