Bisnis Update

Bappebti Fokus pada Tiga Hal di Tahun 2016

Bappebti Fokus pada Tiga Hal di Tahun 2016
Ketarangan Gambar :  ((Foto: freepik.com))

Bisnisupdate.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memperkuat industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) melalui tiga fokus. Demikian ditegaskan Kepala Bappebti Sutriono Edi pada Pertemuan Tahunan Industri PBK Tahun 2016, Rabu (20/01).

Fokus pertama yaitu peningkatan transaksi multilateral. Fokus kedua, peningkatan integritas industri PBK. Fokus ketiga, peningkatan iklim usaha yang kondusif.

“Tiga fokus itu mendukung agar komoditi ekspor utama Indonesia yang diperdagangkan di bursa berjangka dapat menjadi referensi harga internasional dengan tetap menjaga prinsip dan memperhatikan aspek perlindungan hukum kepada masyarakat,” ujar Sutriono Edi di hadapan para pelaku usaha PBK.

Dalam pertemuan tahunan ini hadir Direktur Utama perusahaan pialang berjangka, perusahaan pedagang penyelenggara sistem perdagangan alternatif (SPA), bank penyimpan margin, asosiasi komoditi, dan pelaku pasar fisik di Jakarta.

Selama 2015, transaksi PBK mencapai 6.590.530 lot atau meningkat 7,11% dibandingkan transaksi pada 2014 yang sebesar 6.153.009 lot. Transaksi komoditi primer di bursa berjangka (multilateral) ini menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, terlihat dari volume transaksi di 2015 yang mencapai 1.280.801 lot atau meningkat 15,47% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang sebesar 1.109.175 lot.

Sementara pertumbuhan share transaksi multilateral terhadap transaksi bilateral (SPA) dari tahun ke tahun juga terus meningkat, yaitu 14,26% pada 2012; 18,37% pada 2013; 18,03% pada 2014; dan 19,43% pada 2015. Dengan demikian, periode 2014 hingga 2015 terjadi peningkatan share transaksi sebesar 7,76%. Kontrak multilateral yang paling banyak diperdagangkan adalah CPO (CPOTR) 439.635 lot, kopi robusta (RCF) 233,712 lot, dan emas 250 gram (GOL 250) 129,023 lot.

"Melihat peningkatan positif, saya optimis investasi di perdagangan berjangka cukup menarik dan dapat didorong sehingga kontribusi terhadap perekonomian nasional meningkat,"ujarnya.

Sebagai upaya mencapai target tersebut, Sutriono mengungkapkan Bappebti bersama-sama dengan self-regulatory organization (SRO) yang terdiri dari bursa berjangka (PT Bursa Berjangka Jakarta/BBJ dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia/BKDI), lembaga kliring berjangka (PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI dan PT Indonesia Clearing House/ICH), dan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) bersinergi mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Upaya tersebut dimaksudkan agar PBK dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembentukan harga (price discovery) dan referensi harga (price reference) komoditi di dunia, seperti kopi, kelapa sawit, kakao dan karet.

“Indonesia memiliki potensi komoditas yang besar di dunia, seperti kopi, kelapa sawit, kakao dan karet,”lanjut Sutriono.

Salles Ngepet



X
Baca Juga